Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadaman Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, melakukan pemetaan lokasi rawan banjir dan longsor guna mengurangi risiko kebencanaan di daerah itu.

"Kami perlu mengidentifikasi dan memetakan lokasi-lokasi rawan bencana banjir dan longsor," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD - PK Kabupaten Pandeglang Lilis Sulistiyati di Pandeglang, Rabu.

Kabupaten Pandeglang hingga kini masuk daerah rawan bencana banjir dan longsor, karena topografi alamnya pegunungan, perbukitan dan daerah aliran sungai.

Masyarakat yang tinggal di lokasi rawan bencana alam tersebut hingga mencapai ribuan kepala keluarga.

Baca juga: BPBD Lebak ingatkan warga waspadai bencana hidrometeorologi

Dengan demikian, BPBD-PK Pandeglang memetakan lokasi bencana banjir dan longsor berdasarkan pengalaman yang terjadi akibat cuaca ekstrem dan ditandai hujan lebat disertai angin kencang dan petir/kilat.

Untuk bencana banjir, kata dia, dipetakan sebanyak 12 kecamatan, yakni Kecamatan Angsana, Cikeusik, Munjul, Pagelaran, Patia, Panimbang, Sukaresmi, Sobang, Saketi, Sindangresmi, Picung, dan Labuan.

Sedangkan bencana longsor dipetakan di 10 kecamatan, yakni Kecamatan Saketi, Bojong, Cisata, Menes, Pulosari, Jiput, Sindangresmi, Munjul, Cadasari, dan Karangtanjung

"Kami minta warga yang tinggal di daerah rawan bencana alam itu agar selalu siaga dan waspada, terutama jika terjadi potensi cuaca ekstrem," katanya.

Baca juga: Waspadai potensi hujan ringan hingga lebat di sejumlah kota

Pewarta: Mansyur suryana

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2025