Program Jumat Seribu Rupiah (Jumat Serius) Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menyalurkan bantuan makanan bagi anak usia dua tahun (baduta) untuk pencegahan stunting.

"Kami berharap melalui bantuan makanan bagi baduta dapat tumbuh dan berkembang, sehingga terhindar dari stunting," kata Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak Tuti Nurasiah saat penyaluran bantuan makanan bagi 19 baduta di Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu.

Selama ini, program 'Jumat Serius' yang menghimpun dana dari donatur dan dikelola oleh Badan Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak berdampak positif untuk pencegahan stunting.

Sebab daerah ini masih fokus penanganan stunting di 20 desa tersebar di 19 kecamatan.

Baca juga: Pemkab Lebak bentuk tim kerja "Jumat Serius" tangani stunting

Penyebab stunting akibat multidimensi, karena praktik pengasuhanya kurang baik, terbatasnya layanan kesehatan, kurangnya masukan gizi dan kurangnya sarana air bersih serta sanitasi.

Oleh karena itu, penanganan stunting bukan hanya ditangani pemerintah daerah saja, tetapi melibatkan semua komponen, termasuk program Jumat Serius untuk menyelamatkan generasi bangsa agar terbebas dari kasus stunting di daerah setempat.

Sebab, lanjutnya, anak yang sudah teridentifikasi positif stunting memiliki keterlambatan kecerdasan berpikir juga kekebalan tubuhnya cukup lemah serta masa depannya berisiko terserang penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes melitus, obesitas, jantung darah tinggi.

Bahkan, kata dia, kadang anak itu sudah sekolah jenjang SD sampai SMA, namun belum bisa membaca dan berhitung.

Kondisi demikian tentu cukup memprihatinkan dan perlu dilakukan penanganan serius dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai komponen itu.

Baca juga: Pencegahan stunting di Lebak ditangani 1.000 HPK dengan asupan gizi

Penyaluran bantuan makanan bagi 19 baduta tersebut berupa asupan gizi, vitamin dan protein melalui relawan dapur sehat atasi stunting (dahsat).

Relawan dapur dahsat itu nantinya selama 14 hari memberikan makanan asupan gizi dan protein kepada baduta dengan nilai Rp16.500 per porsi.

"Makanana asupan gizi dan protein sesuai standar untuk penanganan stunting," kata Tuti.

Ia mengatakan pihaknya mengapresiasi penanganan prevalensi stunting itu melibatkan semua komponen termasuk unsur pemerintah, akademisi, pengusaha, masyarakat atau komunitas, dan media.

Pemerintah daerah ke depannya menargetkan sudah tidak ada lagi kasus baru stunting untuk mempersiapkan Generasi Emas 2045.

"Kami meyakini jika baduta mendapatkan asupan makanan yang bergizi, vitamin dan protein dipastikan bisa terbebas dari stunting," katanya.

Baca juga: Dinkes Serang: Kolaborasi lintas sektor kunci keberhasilan atasi stunting

 

 

 

Pewarta: Mansyur suryana

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2025