Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Banten, memastikan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di wilayahnya tetap aman dan tidak akan tergerus oleh pembangunan, meskipun data terbaru menunjukkan adanya penyusutan total luas lahan persawahan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Serang, Sony August, di Serang, Minggu, mengatakan bahwa berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi penyusutan lahan sawah kurang dari satu persen. Penyusutan ini mayoritas disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi perumahan.

"Kemarin ada penyusutan dari BPS. Penyusutan kebanyakan jadi lahan perumahan," ujarnya.

Baca juga: Pemkot Tangsel harap kerja sama pengelolaan sampah di TPPAS Bogor berlanjut

Meski demikian, Sony menegaskan bahwa penyusutan tersebut tidak akan mengubah dan mengurangi luas LP2B yang telah ditetapkan. Kawasan pertanian yang dilindungi ini, terutama yang berada di lumbung padi Kota Serang, dipastikan tidak terdampak.

"Penyusutan itu tidak akan mengubah LP2B kita. Insya Allah tidak akan mengubah," tegasnya.

Sony menjelaskan, kawasan pertanian unggulan di Kota Serang berpusat di Kecamatan Sawah Luhur, yang memiliki area tanah basah terluas. Dari total sekitar 12.000 hektare lahan persawahan di Kota Serang, kawasan LP2B seluas 3.000 hektare yang berada di Sawah Luhur dipastikan aman dari alih fungsi, termasuk dari pembangunan industri.

Baca juga: Skor integritas Kota Serang dari KPK berada di kategori merah

Ia menambahkan, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk Sawah Luhur telah membagi zona secara jelas antara kawasan pertanian dan industri.

"Yang pasti (pembangunan industri) tidak akan mengenai yang 3.000 hektare punya kita yang LP2B. Lokasi industri itu lebih ke arah laut," pungkas nya.

Baca juga: Pemkot Serang perpanjang pendaftaran Sekolah Rakyat tingkat SD

Pewarta: Desi Purnama Sari

Editor : Lukman Hakim


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2025