Gubernur Banten Andra Soni menyatakan optimismenya Provinsi Banten mampu mewujudkan swasembada pangan.

Hal ini disampaikannya usai mengikuti Gerakan Tanam Padi Serentak yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual di Desa Ranca Labuh, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Rabu.

"Kami optimistis dengan kolaborasi yang solid bersama Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), ketahanan pangan di Banten akan semakin kuat dan bisa mencapai swasembada,” ujar Andra Soni.

Gerakan Tanam Padi Serentak digelar serempak di 14 provinsi, dengan pusat kegiatan nasional berada di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo secara daring.

Baca juga: Gubernur Andra Soni tegaskan penyusunan renstra OPD berbasis data lapangan

Menurut Andra, dukungan Forkopimda mulai dari Polda, Korem, Kejati hingga Kejari sangat signifikan, termasuk dalam penyediaan alat pertanian dan sinergi program di lapangan.

"Kami sering banyak berdiskusi terkait ketahanan pangan ini, bahkan tidak jarang juga kami meminjam alat dari Polda dan Danrem untuk membantu petani,” ujar dia.

Untuk tahun 2025, Pemprov Banten menargetkan luas tanam mencapai 624.053 hektare. Hingga Maret, realisasi sudah mencapai 163.974 hektare atau 26,28 persen. Pada April ini, target tanam mencapai 38.160 hektare.

“Kami juga terus melakukan intensifikasi lahan, perbaikan irigasi, serta bantuan pupuk dan benih kepada masyarakat. Termasuk menyediakan alat-alat pertanian modern untuk menunjang produktivitas petani kita,” ujar Andra.

Baca juga: Gubernur Banten tegaskan pentingnya pendidikan kepemimpinan responsif

Ia berharap Banten bisa kembali masuk dalam delapan besar nasional dalam hal produksi padi, terutama dengan optimalisasi lahan pertanian di wilayah Banten Selatan.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid menyebutkan, pelaksanaan tanam padi serentak di Banten dipusatkan di Poktan Rancalabuh II dengan luas tanam lima hektare menggunakan varietas benih padi Ciherang.

“Adapun jenis bibitnya kami menggunakan varietas benih Ciherang. Selain di lima hektare lahan sawah itu, varietas bibit tersebut juga ditanam di 5.465 hektare lahan sawah di Kabupaten Tangerang,” ujar Agus.

Ia menambahkan, pada April ini tanam serentak juga dilakukan di Kabupaten Pandeglang seluas 16.396 hektare, Lebak 11.498 hektare, Serang 4.517 hektare, Kota Serang 194 hektare, Kota Cilegon 69 hektare dan Kota Tangerang 21 hektare.

Untuk tahun 2025, target luas panen Banten sebesar 566.237 hektare dengan target produksi 2,88 juta ton GKG atau 1,83 juta ton beras. Hingga Maret, realisasi sudah mencapai 824.784 ton GKG atau 521.511 ton beras, setara 28,56 persen dari target.

“Dengan konsumsi 1,5 juta ton beras, Banten diproyeksikan mengalami surplus 317.874 ton beras pada 2025,” ujar dia.

Baca juga: Pemprov Banten upayakan sentra pangan untuk kendalikan inflasi

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2025