Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tangerang menggelar pelatihan keselamatan dan keamanan kepada 300 pemulung di TPA Rawa Kucing terkait peristiwa kebakaran beberapa waktu lalu.

Ketua Umum Ikatan Pemulung Indonesia (IPI), Pris Polly Lengkong di Tangerang Selasa mengatakan pelatihan ini dilatarbelakangi oleh peristiwa terbakarnya TPA Rawa Kucing pada 20 Oktober 2023. Ketika itu, sekitar 80 persen dari 34 hektare luas TPA tersebut, termasuk bangunan gudang timbang terbakar.

“Agar peristiwa kebakaran itu tidak terulang, para pemulung diberi pelatihan tentang K3 dan pencegahan terhadap kebakaran,” kata Pris dalam keterangannya.

Dalam pelatihan tersebut, para pemulung diberi pemahaman dan pengetahuan tentang upaya mengantisipasi dan mencegah terjadinya kebakaran di TPA seperti tidak merokok hingga menjaga keselamatan diri dengan menggunakan perlengkapan kerja yang memadai.

“Kami membagikan alat pelindung diri (APD) dan sepatu boot kepada para pemulung agar mereka lebih terlindungi ketika bekerja. Kami berharap pelatihan ini dapat berdampak pada kesejahteraan pemulung,” kata Pris.

Baca juga: Menteri LHK apresiasi kesigapan Pemkot Tangerang tangani kebakaran TPA

Berdasarkan data yang dihimpun, Di TPA Rawa Kucing Kota Tangerang ada sekitar 400 pemulung yang menggantungkan hidupnya dari sampah. Pemulung bekerja memilah sampah lalu menjual hasil pilahannya ke pelapak. Padahal Pemerintah punya perangkat TPS3R yang seharusnya pemilahan dilakukan di tingkat ini.

“Tapi sistem yang dibangun Pemerintah kurang maksimal, sehingga masih banyak yang bocor ke TPA, kebocoran itulah yang dimanfaatkan pemulung dengan cara memilah sampah,” kata Pris.

TPA Rawa Kucing di desa Neglasari, Kota Tangerang beroperasi sejak 1992 dan dikelola oleh Pemerintah Kota Tangerang. TPA seluas 34 hektare ini sejatinya hanya dapat menampung 900–1.000 ton per hari, tapi saat ini sampah yang dibuang ke sana mencapai 1400 ton per hari.

Sarni, 42 tahun, pemulung yang juga anggota IPI menyatakan terima kasih atas pelatihan dan pemberian bantuan Alat Pelindung Diri (APD).

“Sepatu ini akan saya pakai agar tidak kena beling, paku atau kutu air,” kata dia.

Baca juga: Pemkot Tangsel siapkan rencana teknologi incinerator di TPA Cipeucang

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengolahan Sampah DLH Kota Tangerang Iwan mengapresiasi pemulung di TPA Rawa Kucing yang telah membantu mengurangi sampah di TPA.

“Saya berharap pemulung ikut menjaga keamanan dan ketertiban di TPA Rawa Kucing, terutama dari bahaya kebakaran, misalnya tidak merokok di TPA,” kata Iwan.

Senior Manager Packaging Circularity Danone Indonesia Jeffri Ricardo mengatakan edukasi ini penting untuk meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan pemulung. Pihaknya terus berupaya meningkatkan jumlah pasokan kemasan plastik setelah dikonsumsi untuk didaur ulang.

“IPI dengan jaringan pemulung merupakan salah satu rantai pasok untuk meningkatkan daur ulang kemasan plastik dan mendorong percepatan ekonomi sirkular,” katanya.

Baca juga: Kurangi buang sampah ke TPA, Wali Kota Tangerang ajak warga kelola sampah

Pewarta: Achmad Irfan

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2024