Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat Fauzi Harahap memantau langsung pelayanan yang dilakukan petugas rutan selama libur lebaran untuk mencegah adanya pungutan liar.

“Saya coba menjaga dan mengawasi pelayanan bagi masyarakat dan warga binaan agar tidak dipungut biaya,” kata Fauzi Harahap dalam keterangannya di Tangerang Rabu.

Ia menuturkan hal ini dilakukan dalam menjawab isu yang beredar jika saat mengunjungi napi atau warga binaan di dalam penjara, keluarga kerap dimintai uang atau pungli.

Layanan kunjungan khusus idulfitri selama dua hari telah selesai, namun tidak mengendurkan semangatnya dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung.

Pemantauan yang dilakukannya menjadi penting agar Rutan Kelas I Jakarta Pusat tak tercemar oleh penilaian buruk tersebut.
“Layanan kunjungan berjalan dengan baik, yakni tetap mengedepankan pelayanan prima dan keamanan sesuai standar operasional prosedur yang berlaku,” katanya.

Mengenai jumlah pengunjung, kata Fauzi, pada hari ketiga lebaran mencapai 618 orang, dan pada hari keempat 353 orang.  "Kami tetap komit pada layanan, biar pun libur lebaran tetap maksimal, baik bagi masyarakan maupun warga binaan,” ujarnya.

Untuk kenyamanan pengunjung, Rutan Kelas I Jakarta Pusat menyediakan pendingin ruangan (AC). “Mereka jadi nyaman saat mengurus pendaftaran, pemeriksaan barang hingga bertemu keluarganya yang ditahan,” katanya.

Rutan Kelas I Jakarta Pusat juga menyediakan jalur khusus bagi penyandang disabilitas yang ingin berkunjung. “Karena ada keluarga dari warga binan yang memaai kursi roda, ini perlu diperhatikan juga agar mereka bisa bersilaturahmi,” tandasnya.

 

Pewarta: Achmad Irfan

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2023