Pemerintah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, memastikan ketersediaan obat-obatan dan oksigen untuk pasien COVID-19 di rumah sakit serta mereka yang menjalani isolasi terpusat.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinkes Kabupaten Tangerang, Faridz di Tangerang, Jumat mengatakan bahwa perkembangan kasus aktif COVID-19 di wilayahnya itu mengalami tren peningkatan dengan jumlah 600 kasus.

Baca juga: BPBD Lebak catat tujuh orang terjangkit COVID-19 jalani isolasi

Dari 600 kasus aktif tersebut, masih kata Faridz, diketahui sekitar 250 orang menjalani isolasi, sedangkan sekitar 300 orang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing dan sisanya menjalani perawatan di rumah sakit rujukan.

"Berdasarkan laporan untuk pasien perawatan belum ada peningkatan yang signifikan, tingkat pemakaian bed occupancy rate (BOR) masih normal, hanya di tingkat pasien isolasi saja yang meningkat hampir 100 persen," katanya.

Ia menuturkan, dengan adanya tren peningkatan kasus tersebut, Pemkab Tangerang sudah mulai melakukan beberapa persiapan, diantaranya melakukan antisipasi ketersediaan obat-obatan dan oksigen di setiap fasilitas kesehatan yang ada.

Dari hasil pengecekan, pihaknya pun mencatat ketersediaan cadangan oksigen yang berada di gudang penyimpanan di daerah itu ada sebanyak 386 meter kubik.

Sedangkan untuk stok obat-obatan COVID-19 dari beberapa merek seperti jenis Levofloxacin, Azitromisin, Remdesivir, Favipiravir dan Oseltamivir ada sekitar 12 ribu.

"Untuk oksigen dan obat yang ada di RS, maupun Puskesmas stok masih cukup, tetapi saya belum bisa merinci karena laporan itu biasanya langsung ke gudang farmasi. Dan biasanya kalau mereka ada batas tertentu misalkan tinggal beberapa persen lagi akan lapor ke kita," ujarnya.

Ia mengungkapkan, jika nantinya terjadi lonjakan kasus COVID-19 yang signifikan, maka pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Banten terkait bantuan atau penambahan suplay obat-obatan dan oksigen tersebut.

"Biasanya nanti kalau lonjakan kasus ini terus meningkat, kita biasanya mengajukan bantuan ke Provinsi," ungkapnya.

Ia memastikan, jika ketersediaan obat-obatan dan oksigen di wilayah Kabupaten Tangerang itu selama ini masih aman dan terkendali. Namun, hana saja dari tingkat kebutuhan tempat isolasi sangat tinggi.

"Sekarang kita hanya membutuhkan tempat isolasi saja, untuk obat-obatan dan oksigen saat ini cukup," kata dia.

Berdasarkan data penyebaran COVID-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, per tanggal (4/2) tercatat total kasus terkonfirmasi positif virus corona 28.264 orang, dengan rincian pasien menjalani isolasi 721 orang, pasien menjalani perawatan 22 orang.

Kemudian pasien sembuh 27.125 orang dan pasien meninggal dunia akibat COVID-19 total 396 orang.

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2022