Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang dari PDI Perjuangan, Deden Umardani mengusulkan agar para anak atau pelajar usia 12 hingga 17 tahun yang telah menerima vaksinasi COVID-19 dijadikan duta untuk ikut mensosialisasikan dan menyukseskan program vaksinasi di daerah itu.

"Jadi anak-anak yang sudah divaksin di tahap pertama ini bisa mengajak temannya yang lain supaya mau divaksinasi. Karena kesan yang menakutkan selama ini berpengaruh terhadap lancarnya vaksinasi bagi anak di Kabupaten Tangerang," katanya di Tangerang, Jumat.

Baca juga: Animo warga Kota Tangerang berkurban tinggi, hewan dipotong 18.462 ekor

Ia menyatakan sangat  mendukung dengan program vaksinasi terhadap pelajar yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.

"Vaksinasi anak yang diikuti oleh para pelajar itu merupakan bentuk upaya maksimal, untuk menjaga keselamatan anak-anak di Kabupaten Tangerang dari wabah virus SAR-CoV-2," katanya.

Namun, kata dia, saat ini Satgas COVID-19 setempat harus berupaya melakukan edukasi soal vaksinasi tersebut. dengan menjadikan para anak atau pelajar itu sebagai duta vaksinasi.

"Karena anak akan dipengaruhi oleh orang tuanya untuk mau atau tidak divaksin. Apalagi isu-isu tidak baik soal vaksin saat ini sudah sangat banyak menyebar di masyarakat terutama di media sosial," katanya.

Menurut dia,  selama ini masih ada pemahaman yang salah soal vaksin. Yang beranggapan bahwa setelah divaksin bisa terbebas dari serangan virus, tetapi kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan diabaikan.

"Setiap orang yang sudah divaksin sampai dosis kedua tingkat kekebalan tubuhnya jadi lebih kuat tapi masih bisa terpapar," terangnya.

Ia berharap Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar bisa mengajak para tokoh baik itu tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun tokoh pemuda, untuk ikut mensosialisasikan tentang vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat.

"Kita punya banyak potensi yang bisa bersuara bersama-sama sehingga keyakinan masyarakat Kabupaten Tangerang terhadap vaksinasi ini bisa tumbuh. Tidak bisa hanya disuarakan oleh bupati harus bersama-sama," kata dia.

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2021