Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang telah mengurangi debit air di delapan tandon untuk menampung air hujan dan mengantisipasi banjir.

"Kami telah mengurangi debit air setidaknya delapan tandon dan enam  tandon yang telah dikeruk yang tersebar di Kota Tangerang hingga hari Jumat kemarin, serta melakukan pemeliharaan serta pengecekan tandon agar aliran air bisa mengalir dengan baik dan cepat," kata Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Decky Priambodo di Tangerang.

Baca juga: Pemkot Tangerang siapkan aturan belajar tatap muka

Dia menjelaskan,  berbagai antisipasi terus dilakukan guna memastikan aliran air lancar dan tak ada genangan bahkan banjir.

Beberapa lokasi yang kerap menjadi langganan banjir pun sudah dilakukan penanganan dengan menyiapkan mesin pompa penyedot hingga pengerukan di lokasi sekitar.

"Harapannya semoga segala upaya yang telah dilakukan dapat mengurangi dampak jika hujan lebat turun dalam waktu yang lama," ujarnya.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang menyiagakan 709 personil untuk mengantisipasi 321 titik rawan banjir dan genangan.

Ia juga menjelaskan tim siaga banjir nantinya akan dibantu oleh UPT Jalan dan Tata Air Wilayah Timur, Barat dan Tengah dalam penanganan banjir terutama lokasi genangan.

"Seksi OP Drainase akan menangani genangan- genangan di perumahan dan permukiman, OP SDA melakukan siaga dengan pompa-pompa banjir di perumahan dan penanggulangan turap atau tanggul sungai yang rusak," katanya.

Adapun sarana dan prasarana untuk menunjang antisipasi banjir dan genangan antara lain pompa banjir sejumlah 273 unit terdiri dari 104 pompa listrik, delapan unit pompa berjalan, empat unit mobil pompa, 63 pompa diesel dan 94 rumah pompa.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah sebelumnya telah menginstruksikan aparat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mengecek saluran air, mesin pompa, dan tanggul secara berkala.

"Saya sudah minta kepada Dinas PUPR untuk memastikan lagi dengan pengecekan secara rutin mesin pompa agar berfungsi maksimal ketika debit air tinggi, termasuk juga dengan saluran-saluran air juga dicek," katanya.

Pewarta: Achmad Irfan

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2020