Tangerang, (ANTARABanten) - Peduli Lingkungan Tangerang menyebutkan sebanyak tiga sungai di Kabupaten Tangerang, Banten, sudah tercemar limbah industri.

"Ada tiga sungai di Tangerang yang tercemar limbah industri akibat penggunaan air permukaan yang kurang diawasi," kata Direktur Eksekutif Wahana Hijau Fortuna, Rommy Revolvere di Tangerang, Senin.

Dikatakannya, ketiga sungai tersebut adalah sungai Ciracab di Mauk, Sungai Cimanceuri di Balarha dan Sungai Cisadane.

Dari ketiganya, kondisi sungai Ciracab di Mauk, dapat dikatakan paling parah. Sebab, pencemaran industri di kawasan tersebut kurang mendapat pengawasan.

"Pencemaran limbah di kawasan tersebut sudah memperihantinkan dan menyebabkan kondisi sungai Ciracab tidak terurus," katanya.

Hasil pemantauan yang dilakukan oleh pihaknya, ditemukan bila pembuangan limbah dari pabrik ke sungai, sudah terjadi dalam kurun waktu lama.

Tak hanya itu, pengawasan dari pemerintah pun tidak begitu ketat. Sedangkan masyarakat sekitar, mengambil air dari sungai tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya meminta Pemerintah Daerah di Tangerang, untuk melakukan pengawasan terhadap penggunaan air permukaan dan air bawah tanah oleh pihak industri atau pabrik.

"Dengan adanya empat ribu industri atau pabrik di wilayah Tangerang, akan berdampak pada menyusutnya cadangan air bawah tanah, jadi perlu dilakukan pengawasan," katanya.

Selain itu, pihaknya juga berharap agar dilakukan gerakan Tangerang Hijau sebagai bentuk penanganan dini terhadap habisnya cadangan air tanah saat ini.   

Apalagi, data terakhir, telah banyak warga yang mengalami kekeringan serta terserang penyakit ISPA. Bahkan, ISPA masih menjadi penyakit utama di Kabupaten Tangerang.

Hal ini, katanya, disebabkan pencemaran udara yang tidak terkendali dan Pemda belum memiliki alat pengukur kualitas udara.