Serang, Banten (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) menetapkan tiga program utama untuk mempercepat inklusi dan literasi keuangan masyarakat pada 2026.
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas di Serang, Banten, Selasa, mengatakan ketiga program tersebut berfokus pada edukasi kesadaran inklusi keuangan, pemberantasan pinjaman online (pinjol) ilegal, serta penguatan sektor UMKM.
"Hari ini kami menyepakati program kerja TPAKD yang bertujuan membangun peradaban kesadaran masyarakat terhadap inklusi keuangan daerah. Output-nya adalah kemudahan akses dan perlindungan ekonomi warga," ujar Najib.
Baca juga: Desa Keuangan Inklusi jadi fokus program TPAKD Kabupaten Serang
Najib menjelaskan program pertama menyasar sektor pendidikan melalui gerakan pembukaan rekening bagi seluruh siswa sekolah di Kabupaten Serang yang jumlahnya mencapai ratusan sekolah.
Hal ini bertujuan untuk menanamkan budaya menabung sejak dini.
Program kedua difokuskan pada mitigasi maraknya pinjol ilegal dan rentenir yang merusak ekosistem keuangan desa.
Pemkab Serang mendorong perbankan melakukan sosialisasi masif mengenai layanan digital untuk mengubah pola transaksi masyarakat dari tunai ke non tunai.
"Kita ingin transaksi tunai terus dikurangi agar masyarakat menyadari bahwa bertransaksi non tunai itu lebih mudah dan aman, asalkan saldo di rekening tersedia," tegasnya.
Baca juga: TPAKD Serang percepat program satu pelajar satu rekening
Sementara program ketiga adalah penguatan pendampingan bagi UMKM agar mampu naik kelas melalui akses layanan keuangan yang lebih baik, sehingga dapat berkontribusi nyata terhadap laju pertumbuhan ekonomi mikro.
Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Serang, Febriyanto menambahkan selain program bagi pelajar dan UMKM, pihaknya juga menargetkan program "Satu Rekening Satu Aparat Desa" melalui kolaborasi dengan BPR Serang (Perseroda).
Selain itu, TPAKD juga membidik pengembangan Desa Wisata Tambang Ayam di Kecamatan Anyer sebagai sasaran pembinaan literasi keuangan.
"Kami berkolaborasi untuk membina Desa Wisata Tambang Ayam agar menjadi destinasi wisata yang mapan secara literasi keuangan, sebagaimana yang telah dilakukan OJK di wilayah Tirtayasa," kata Febriyanto.
Baca juga: Pemprov Banten bidik jadi percontohan penerapan obligasi daerah
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026