Lebak (ANTARA) - Produksi ikan tangkap nelayan pesisir selatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menembus pasar ekspor karena masuk kategori terbaik di Indonesia.
Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Rizal Ardiansyah di Lebak, Minggu , mengatakan jenis ikan yang menembus pasar ekspor itu kebanyakan jenis ikan pelagis besar di antaranya ikan tuna, cakalang, layur, tenggiri, marlin, dan wahoo dengan harga bervariasi berkisar Rp30 ribu sampai Rp95 ribu per kilogram.
Untuk ikan pelagis besar, kata dia, ekspor ke luar negeri melalui perusahaan dari Jakarta.
Baca juga: Pemkab Lebak usulkan lima desa jadi Kampung Nelayan Merah Putih
Populasi ikan pelagis besar itu habitatnya di perairan Samudera Hindia laut dalam, sehingga memiliki kualitas terbaik.
"Kita memiliki potensi besar tangkapan jenis ikan pelagis di perairan Samudera Hindia, namun setahun terkadang beberapa bulan nelayan tidak melaut akibat dilanda cuaca buruk dan berbeda dengan perairan Banten bagian utara," kata Rizal.
Menurut dia, pihaknya memastikan perputaran uang dari hasil tangkapan nelayan berdasarkan laporan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) mencapai Rp5 miliar per bulan dan terbesar dari ikan pelagis.
Saat ini, jumlah nelayan aktif di pesisir selatan Lebak tercatat 4.462 nelayan dengan ditopang 216 unit kapal berukuran 11-20 GT tersebar di 11 TPI dengan produksi tangkapan sekitar 7.000 ton per tahun.
Populasi kelompok ikan pelagis beraktivitas secara bergerombol dan melakukan migrasi.
Baca juga: Pemkab Lebak targetkan 2027 swasembada ikan tawar
Oleh karena itu, ikan dalam kelompok pelagis mengandung minyak hingga 30 persen di jaringan tubuh mereka dan dalam rongga perut.
Ikan-ikan pelagis yang banyak mengandung minyak dan memiliki kandungan protein cukup besar.
"Kami minta nelayan terus tingkatkan produksi tangkapan ikan pelagis guna meningkatkan kesejahteraan nelayan," katanya menjelaskan.
Sementara itu, Ketua Koperasi Nelayan Bina Muara Sejahtera Binuangeun, Kabupaten Lebak, Wading mengatakan produksi tangkapan nelayan juga sebagian menembus pasar ekspor dari jenis ikan pelagis besar melalui perusahaan dari Jakarta, sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi nelayan.
"Kami memiliki anggota hingga ratusan nelayan dan kehidupan mereka cukup sejahtera dari hasil tangkapan ikan," katanya menjelaskan.
Baca juga: Pemkab Lebak targetkan 2027 swasembada ikan tawar
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026