Tangerang (ANTARA) - Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan penguatan karakter pada siswa menjadi solusi menghadapi pendidikan di era modern termasuk pengaruh teknologi dan media sosial.
"Sekolah harus bisa melahirkan kreatifitas dari setiap siswa, termasuk bakat yang dimiliki. Jangan sampai pengaruh media sosial menjadi hambatan. Tantangan ini perlu kolaborasi bersama guru dan orang tua," kata Wahyudi Iskandar dalam acara Hari Pendidikan Nasional di SMP Negeri 1 Kota Tangerang, Sabtu.
Kehadiran PP Tunas, Lanjut Wahyudi, menjadi acuan bagi semua pihak untuk semakin mengoptimalkan pembentukan karakter dari setiap siswa melalui berbagai aktifitas atau lomba yang melahirkan potensi berbakat.
Baca juga: Presiden Prabowo pastikan akan investasi masif di sektor pendidikan
Menurut dia, Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum yang baik dalam memperkuat kolaborasi untuk membangun dunia pendidikan yang berkelanjutan.
Apalagi Kota Tangerang telah menerapkan konsep kesetaraan pendidikan melalui berbagai program yang menegaskan tidak ada sekolah unggulan, tapi semua sekolah unggul.
"Pemkot Tangerang berharap tidak ada lagi stigma sekolah favorit maupun non-favorit, melainkan seluruh sekolah menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat,” jelas Wahyudi.
Ia menambahkan, pemerintah juga membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat, termasuk melalui program sekolah gratis dan penguatan Tangerang Cerdas.
Hal ini dilakukan agar semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Baca juga: Chandra Asri resmikan PAUD Dakar Cilegon, perkuat pendidikan anak usia dini
Di sisi lain, peningkatan kualitas pendidikan juga didukung oleh perbaikan sarana dan prasarana sekolah serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menambahkan seluruh sekolah di Kota Tangerang memiliki kualitas yang setara dan tidak ada perbedaan antara satu dengan yang lain.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh peran aktif masyarakat, khususnya orang tua.
Sachrudin juga mengajak seluruh elemen untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun dunia pendidikan. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media, menurut dia, harus berjalan bersama demi menciptakan generasi unggul.
Baca juga: Disdik Tangerang: Porseni strategi belajar menyenangkan di luar kelas
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026