Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tangerang menilai penguatan wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur (Jabodetabekpunjur) sangat mendesak untuk diperkuat sehingga seluruh daerah mampu lebih maju dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Sekda Kabupaten Tangerang Soma Atmaja di Tangerang, Jumat mengatakan penguatan wilayah aglomerasi ini sejatinya sudah dirancang Bappenas. Oleh karena itu, Pemkab Tangerang berinisiasi untuk memulainya dari wilayah Jabodetabekpunjur.
"Mudah-mudahan nanti bisa dikembangkan, baik dari Pemprov Banten, DKI Jakarta maupun Jabar. Oleh karena itu saya minta semuanya aktif memberikan kontribusi berbagai pemikirannya," katanya.
Sementara itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyambut baik penguatan wilayah aglomerasi Jabodetabekpunjur yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Kolaborasi itu akan menghasilkan banyak kebijakan positif serta memperkuat kerja sama antardaerah.
Baca juga: Aglomerasi Jabodetabek miliki moda transportasi kelas dunia
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten Wawan Gunawan menuturkan pembahasan aglomerasi Jabodetabekpunjur akan dibahas pada seminar nasional yang akan dilaksanakan pada 29 April 2026.
Rencananya kegiatan tersebut dihadiri Menko Pangan Zulkifli Hasan, Wamendagri Aria Bima, Ignasius Jonan serta sejumlah peneliti. Hadir pula seluruh perwakilan dari Provinsi Banten, Jakarta, dan Jawa Barat.
Wawan mengatakan, ada tiga isu utama yang akan dibahas dalam forum tersebut yakni penguatan transportasi publik, pengelolaan sampah serta ketahanan pangan.
Wawan meyakini, dengan penguatan wilayah aglomerasi yang berkelanjutan, akan muncul dampak positif terhadap percepatan pembangunan, aksesibilitas warga serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Secara teknis beberapa kerja sama sudah kita jalankan, seperti konektivitas transportasi publik antara Banten dengan Jakarta. Apalagi nanti seluruh daerah di Banten terlibat aktif," katanya.
Baca juga: Pemkot Tangerang susun tata ruang DAS terintegrasi kawasan aglomerasi
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026