Serang (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten Budi Prajogo menilai kebijakan program sekolah gratis sukses meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang berdampak signifikan pada naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah itu pada 2025 menjadi 77,25 poin.

"Program sekolah gratis ini secara langsung mengurangi beban biaya rumah tangga, sehingga anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan," kata Budi di Serang, Jumat.

Budi memaparkan kebijakan yang digagas oleh Gubernur Banten Andra Soni untuk menggratiskan SMA, SMK, dan SKh swasta tersebut menunjukkan dampak positif secara langsung pada indikator pendidikan di daerahnya.

Tercatat, angka rata-rata lama sekolah (RLS) di Banten meningkat signifikan dari 9,05 tahun pada 2024 menjadi 9,38 tahun pada 2025. Sejalan dengan hal itu, angka harapan lama sekolah (HLS) di wilayah tersebut juga terkerek naik mencapai 13,5 tahun.

Baca juga: Gubernur Andra Soni terima penghargaan KWP 2026

Peningkatan pada sektor pendidikan itu menjadi salah satu penyumbang utama naiknya angka IPM Banten tahun 2025 yang mencapai 77,25 poin, atau meningkat 0,90 poin (1,18 persen) dibandingkan tahun sebelumnya. Selain aspek pendidikan, indikator umur harapan hidup juga tercatat tumbuh sebesar 0,48 persen.

Lebih lanjut, Anggota Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Banten ini menyebut bahwa keberhasilan tersebut semakin kuat berkat adanya sinergi dengan program pemerintah pusat, yakni pemenuhan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, program MBG tidak hanya memberikan intervensi pada dimensi kesehatan agar anak lebih fokus belajar, tetapi juga berperan penting dalam pemerataan ekonomi daerah. Rantai pasok MBG dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal dan menekan kesenjangan pendapatan, yang tercermin dari membaiknya angka Rasio Gini Banten menjadi 0,312 pada tahun 2025.

"Pendidikan yang semakin terjangkau dan gizi yang semakin terjamin menciptakan generasi yang lebih siap. Peningkatan IPM ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa pembangunan yang inklusif mampu menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan," ujarnya.

Baca juga: Pemprov Banten matangkan skema sekolah gratis untuk MA swasta



Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026