Serang (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan pembangunan dua proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Provinsi Banten yang segera memasuki tahap lelang ditargetkan selesai dalam waktu tiga tahun.
"Proses pelelangannya biasanya cukup panjang karena dananya cukup besar dan arahannya akan dilakukan secara nasional, sehingga diperlukan waktu beberapa bulan," ujar Hanif usai menyaksikan penandatanganan kerja sama PSEL di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Jumat.
Dua fasilitas PSEL yang ditargetkan mampu mengolah 4.000 ton sampah per hari itu rencananya dibangun di Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, dan di TPSA Cilowong, Kota Serang dengan pendanaan dari Danantara.
Baca juga: Menteri LH sebut pemerintah percepat pembangunan fasilitas WTE di Banten
Hanif menjelaskan, dokumen kesepakatan kerja sama tersebut akan diserahkan kepada Danantara pada pekan depan untuk segera memulai tahapan lelang pekerjaan.
Ia menyebutkan, dua lokasi PSEL di Banten ini telah melalui verifikasi lapangan oleh tim gabungan pemerintah pusat dan akan segera menyusul kawasan aglomerasi lainnya seperti Bali, Yogyakarta, Bekasi, dan Bogor Raya yang juga masuk tahap lelang.
Menyadari panjangnya proses pembangunan sejak peletakan batu pertama hingga fasilitas siap beroperasi, Menteri LH meminta pemerintah daerah terus menggencarkan sosialisasi pemilahan sampah kepada masyarakat.
“Sekali lagi kami sudah sering ngomong, apapun teknologi yang digunakan maka fondasi dasar adalah sampah itu terpilah. Tanpa sampah terpilah maka biayanya akan cukup besar dan membebani masyarakat,” tegasnya.
Baca juga: Sampaikan LKPJ 2025, Bupati Serang akui 3 target belum optimal
Kesepakatan kerja sama percepatan PSEL ini ditandatangani oleh Gubernur Banten Andra Soni bersama Pemerintah Kota Serang, Pemerintah Kota Cilegon, dan Pemerintah Kabupaten Serang. Kesepakatan ini juga mencakup percepatan pengembangan fasilitas PSEL di wilayah Tangerang Raya.
Gubernur Andra Soni mengatakan, program ini bukan sekadar solusi penanganan limbah, melainkan memiliki dampak strategis bagi penguatan ketahanan energi dan perekonomian daerah.
"Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan," katanya.
Menurut dia, keberhasilan program tersebut memerlukan komitmen berkelanjutan, koordinasi intensif, dan pengawasan ketat. Sembari menunggu fasilitas PSEL terbangun, Andra turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif menekan volume limbah harian dengan memilah sampah dari rumah.
Baca juga: Kota Cilegon masuk program PSEL, perkuat pengelolaan sampah berbasis energi
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026