Serang (ANTARA) - Manajemen Persis Solo sudah merespons kondisi dan performa tim yang berkompetisi di ajang BRI Super League 2025/26 dengan segera menentukan sosok pelatih kepala baru.
Saat ini, tim yang bermarkas di Stadion Manahan tersebut masih dipimpin oleh pelatih sementara alias caretaker Tithan Suryata.
Seperti diketahui, Laskar Sambernyawa sudah berpisah dengan pelatih asal Belanda, Peter de Roo yang sudah tak tampak mendampingi tim sejak laga pekan ke-12 saat menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (8/11) silam.
Sosok nahkoda anyar Persis nanti juga tentu terlibat dalam persiapan tim untuk menghadapi laga selanjutnya atau laga pekan ke-15 kontra Dewa United FC di Banten International Stadium pada Sabtu (20/12) mendatang.
Baca juga: Ini target Hokky Caraka bersama Timnas Indonesia di SEA Games 2025
Direktur Utama Persis, Ginda Ferachtriawan menyatakan bahwa manajemen sudah melakukan pendekatan dan mengerucutkan kandidat sebelum tim memasuki jeda Internasional.
“Saat ini kami sedang memasuki tahap finalisasi untuk nakhoda anyar tim. Manajemen sudah melakukan wawancara untuk mengetahui rencana jangka pendek bagi perbaikan tim, termasuk pendekatan yang akan dia pilih setibanya di Solo nanti,” kata Ginda Ferachtriawan dikutip dari laman Ileague.
Ketika disinggung mengenai kemungkinan penambahan amunisi untuk memperdalam kekuatan tim, ia kemudian memberikan penjelasan. “Kami juga sudah berdiskusi tentang usaha untuk memfasilitasi aspek-aspek pendukung terkait penambahan kedalaman skuad jelang bursa transfer nanti, termasuk untuk mendatangkan pemain anyar,” ucapnya menambahkan.
Baca juga: Arema FC perkasa di laga tandang Super League 2025/26
Menurut Ginda, manajemen ingin segera memastikan nakhoda anyar guna memaksimalkan persiapan tim kontra Dewa United. Dia juga meminta segenap elemen pendukung Laskar Sambernyawa untuk tetap mengawal tim.
“Kami memohon dukungan dari semua pihak agar bisa membawa perubahan baik bagi tim,” ujar Ginda mengakhiri.
Persis Solo saat ini masih berada di peringkat ke-18 alias posisi juru kunci dengan baru mengoleksi tujuh poin hasil dari 13 laga dengan sekali menang, empat kali imbang dan delapan kali kalah.
Baca juga: Laga Persija Jakarta vs PSIM Yogjakarta di GBK cetak rekor penonton
