Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, menyebutkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk proyek pembangunan fasilitas jalan umum "Underpass" Bitung untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di daerah itu.
"Untuk proyek underpass ini lebih kurang Rp100 miliar yang digelontorkan dari Kementerian PU," kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah di Tangerang, Kamis.
Ia mengatakan untuk proyek pembangunan Underpass Bitung ini dilakukan di jalan nasional penghubung Bitung–Jayanti, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang yang panjangnya 27,8 kilometer.
Baca juga: Investor pasar modal Banten tembus 931 ribu, Tangerang Raya mendominasi
Menurut dia, program pembangunan ini merupakan merupakan proyek strategis dalam mengatasi masalah kemacetan di jalur penghubung dua wilayah hingga DKI Jakarta.
"Kabupaten Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan SDA dengan beberapa OPD terkait sudah bekerja sama dengan Kementerian PU, untuk melakukan pembangunan Underpass Bitung," ujarnya.
Iwan menuturkan pembangunan Underpass Bitung ini juga diharapkan bisa berdampak pada peningkatan investasi di daerah itu terutama dalam mengatasi arus lalu lintas kendaraan industri.
Baca juga: Perluas akses pendidikan inklusif, Pemprov Banten bangun dua SKh baru
"Underpass Bitung ini bagian dari jalan nasional. Jalur ini bangkitan lalu lintasnya sangat tinggi, ditambah pengembangan perumahan yang masif, sehingga kemacetan di simpang itu tidak terhindarkan," jelas Iwan.
Lebih lanjut, Iwan mengatakan sejak tahun 2020-2021 Pemerintah Kabupaten Tangerang sudah melakukan pengadaan lahan lebih dari satu hektare untuk pembangunan underpass dan sudah diserahkan ke Kementerian PU.
"Kami sudah melakukan penandatanganan kontrak dengan Kementerian PU, dan pembangunan underpass ini ditargetkan rampung pada tahun 2027," kata dia.
Baca juga: Imigrasi Banten perketat pengawasan WNA pemegang izin tinggal terbatas
