Tangerang (ANTARA) - Gedung Krematorium Boen Tek Bio di Kota Tangerang, Provinsi Banten mampu melayani pemulasaraan 12 jenazah setiap hari dengan tiga dapur kremasi berfasilitas modern.
“Gedung Krematorium Boen Tek Bio dibuka untuk menjawab kebutuhan layanan kremasi, khususnya bagi masyarakat di Kota Tangerang dan sekitarnya yang masih sangat terbatas. Oleh karenanya, Gedung Krematorium Boen Tek Bio hadir dengan fasilitas yang lengkap, bahkan bisa diakses oleh masyarakat secara terjangkau, bahkan gratis bagi kalangan tidak mampu,” kata Ketua Perkumpulan Boen Tek Bio Kota Tangerang Ruby Santamoko dalam keterangan di Tangerang Sabtu.
Selain itu, Gedung Krematorium Boen Tek Bio mempunyai Pura Prajapati yang membedakan dengan layanan krematorium lainnya.
Baca juga: Wapres Gibran pasang lampion di Vihara Boen Tek Bio Tangerang
Perkumpulan Boen Tek Bio menyediakan Pura Prajapati sebagai tempat upacara kematian sebelum proses kremasi dimulai, khususnya bagi kalangan masyarakat beragama Hindu.
“Kami berterima kasih atas sambutan yang diberikan masyarakat Kota Tangerang. Semoga masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas pemulasaraan jenazah baru yang ada di Rumah Duka Boen Tek Bio, Tanah Gocap, Kota Tangerang ini,” kata dia.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan Gedung Krematorium Boen Tek Bio dibuka untuk melayani fasilitas pemulasaraan jenazah bagi masyarakat berasal dari berbagai tempat, khususnya Tangerang Raya dan sekitarnya.
Pemerintah Kota Tangerang juga mengapresiasi upaya Perkumpulan Boen Tek Bio dalam melengkapi fasilitas pelayanan sosial di daerah itu.
"Apalagi Gedung Kretamorium Boen Tek Bio memiliki fasilitas yang modern, representatif, berstandar tinggi, serta terbuka melayani masyarakat dari berbagai latar belakang agama mulai dari Kristen, Hindu, Buddha, sampai Konghucu," ujarnya.
Baca juga: Pemkot Tangerang dukung perkumpulan Boen Tek Bio buka RS Pendidikan
