Lebak (ANTARA) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak, Banten, sudah dilaksanakan di 17 kecamatan dengan penerima manfaat ribuan orang terdiri dari pelajar, ibu hamil, ibu menyusui dan balita di daerah itu.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Lebak Paryono di Lebak, Kamis, mengatakan pemerintah daerah mendorong Program MBG bisa secepatnya dilaksanakan di 28 kecamatan guna mendukung kualitas pemenuhan gizi dan pertumbuhan anak, sehingga dapat menyehatkan tubuh juga meningkatkan kecerdasan pelajar dan anak balita.

Saat ini untuk Program MBG di Kabupaten Lebak, kata dia, sudah beroperasi 49 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 17 kecamatan yaitu di Rangkasbitung, Warunggunung, Cibadak, Kalanganyar, Cimarga, Sajira, Cipanas, Wanasalam, Cibeber, Banjarsari, Gunungkencana, Cihara, Bayah, Cikulur, Panggarangan, Leuwidamar dan Maja.

Baca juga: Program MBG di Lebak serap ribuan tenaga kerja lokal

Oleh karena itu pihaknya menargetkan sebelum akhir tahun 2025 Program MBG sudah melayani di 28 kecamatan.

"Kami minta pengelola SPPG sebagai dapur Program MBG agar bisa semua beroperasi sesuai rekomendasi Badan Gizi Pangan (BGN)," katanya.

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Lebak Asep Royani mengatakan jumlah SPPG yang melayani Program MBG di daerah ini sesuai rekomendasi sebanyak 107 SPPG di 28 kecamatan, namun Oktober 2025 masih terealisasi 49 SPPG dengan sasaran penerima manfaat sebanyak 90.773 siswa baik TK, SD/MI, SMP/Mts, dan SMA/SMK/MA.

"Kami berharap SPPG yang belum beroperasi segera direalisasikan untuk melayani Program MBG," ucapnya.

Baca juga: MBG "senjata perang" pemerintah bangun masa depan

Kepala SPPG Kelurahan Rangkasbitung Barat Ayi Ahmad Nuramin mengatakan pihaknya sudah satu bulan terakhir mendistribusikan Program MBG ke lima sekolah dengan penerima manfaat di atas 3.000 siswa.

Selama ini pihaknya mengelola produksi MBG dengan lebih teliti sesuai sesuai aturan BGN. Untuk proses produksi menu makanan yang berkualitas dipantau mulai dari bahan baku hingga proses memasak 

Selain itu proses produksi menu makanan, kata dia, menggunakan air galon yang bersih, kemudian  menu makanan selalu berbeda beda setiap harinya.

"Kami bekerja keras mendistribusikan Program MBG dengan memberikan menu makanan yang berkualitas, higienis, sehat, halal, dan memenuhi gizi," katanya.

Baca juga: Polres Serang bekali 51 relawan jaga kualitas MBG



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026