Dukungan Sumber Daya Manusia dan Kurikulum

Pesantren memainkan peran krusial dalam penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan sejalan dengan visi lembaga. Guru-guru yang mengajar diutamakan berasal dari rekrutmen alumni pondok itu sendiri.

Pilihan ini strategis, karena alumni tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga pemahaman mendalam tentang tradisi dan nilai-nilai ke pesantren nan, serta komitmen dan tanggung jawab untuk mengabdi.

Dari sisi kurikulum, terjadi sebuah kolaborasi yang efektif. PAUD tetap mengikuti standar kurikulum dari dinas pendidikan, seperti Kurikulum Merdeka atau Permendikbud yang lebih baru, untuk memastikan aspek-aspek perkembangan anak terpenuhi secara holistik.

Namun, kurikulum ini diperkaya dengan muatan khas dari pondok pesantren. Integrasi ini terwujud dalam program-program pembiasaan yang menjadi keunggulan utama, seperti:

Pelatihan sholat dhuha dan sholat dhuhur berjamaah.

Pembiasaan membaca doa-doa harian dan Asmaul Husna bersama.

Adanya kelas khusus mengaji yang dikoordinasi langsung oleh pondok pesantren.

Tujuannya jelas, menanamkan karakter Islami dan membentuk pribadi agamis sejak usia dini, sehingga lulusannya memiliki ciri khas yang berbeda dari lembaga lain.

Baca juga: Tingkatkan APS, Pemkab Lebak minta masyarakat sukseskan PAUD

Fasilitas dan Dukungan Operasional

Dukungan pesantren tidak berhenti pada aspek SDM dan kurikulum, tetapi juga mencakup dukungan material dan finansial.

Yayasan pondok pesantren memberikan perhatian penuh pada kelengkapan sarana dan prasarana untuk menunjang proses belajar yang kondusif.

Fasilitas seperti ruang kelas yang memadai, taman bermain, ruang guru, hingga buku-buku penunjang dan mainan edukatif disediakan secara lengkap. Ini memastikan bahwa meskipun biaya sekolah relatif terjangkau, kualitas fasilitas dan materi ajar yang diterima anak tetap sangat berkualitas.

Selain itu, pesantren secara aktif merangkul PAUD dalam setiap agenda tahunannya, seperti rapat kerja, perayaan hari besar Islam (PHBI), haul pondok, dan wisuda.

Dalam rapat kerja tahunan, semua kebutuhan, permasalahan, dan evaluasi program kerja PAUD dibahas dan dicarikan solusi nya secara tuntas oleh yayasan. Keterlibatan ini membuat lembaga PAUD merasa benar-benar menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga besar pesantren, memperkuat hubungan dan komitmen bersama untuk maju.

Model PAUD berbasis pesantren ini menunjukkan bagaimana sebuah institusi yang mapan dapat menjadi akselerator pengembangan lembaga pendidikan di bawahnya, menciptakan sebuah "benteng" pendidikan karakter yang dipercaya penuh oleh masyarakat.

Baca juga: Pemkot Tangerang fasilitasi tenaga pendidik PAUD raih gelar sarjana

 



Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026