Tangerang (ANTARA) - Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI) mengungkapkan event Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) dan Indonesia Procurement Forum & Expo (IPFE) yang berkolaborasi dengan KADIN mendorong optimalisasi belanja Pemerintah melalui mitra LKPP.
Ketua Umum IAPI Andi Zabur Rahman mengatakan dampak strategis lain dari event ICEF-IPFE yakni mendukung target pertumbuhan ekonomi delapan persen melalui penguatan rantai pasok dalam negeri, pemberdayaan penyedia lokal, serta peningkatan kapasitas SDM di bidang pengadaan.
"Sejak 2014 digelar, event ini telah menjadi forum profesional di bidang pengadaan dan diharapkan akan memberikan dampak semakin besar," kata Andi dalam keterangannya.
Baca juga: LKPP apresiasi inisiatif Pemda pengadaan barang/jasa melalui kanal toko daring
Kegiatan temu bisnis ICEF dan IPFE telah digelar di JIExpo Kemayoran Jakarta pada 30 Juli - 1 Agustus 2025 kemarin. Acara ini menjadi momentum penting dalam mewujudkan kolaborasi berbagai pihak untuk menggalakkan penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) melalui belanja pemerintah, yang bertujuan kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi negara.
Pameran diikuti oleh puluhan merek barang dan jasa terkemuka dari berbagai kategori; teknologi informasi, perangkat lunak, otomotif termasuk electric vehicle, videotron, interactive smartboard, drone, alat berat permesinan, furniture, hingga e-marketplace mitra LKPP RI yang menawarkan solusi pengadaan barang/jasa pemerintah. Kegiatan ICEF – IPFE 2025 ini juga dukung oleh Bank BRI dan Bank Jakarta sebagai Official Bank Partner.
Kepala LKPP RI Hendrar Prihadi menegaskan ICEF-IPFE 2025 menjadi forum penting untuk memperluas kontribusi UMKM dalam sistem belanja negara berbasis digital. Digitalisasi menjadi sebuah syarat wajib agar bisa bersinergi dengan cepat dan tepat, maka platform yang dikembangkan lewat katalog versi 6 dan yang juga dikembangkan rekan-rekan (mitra LKPP RI) melalui e-marketplace merupakan terobosan untuk mempermudah transaksi.
Baca juga: OPD Banten diminta lakukan pengadaan barang di mitra toko daring LKPP
Semakin banyak penyedia yang bergabung dalam Lokapasar Mitra LKPP RI dan Katalog Versi 6 yang menyediakan produk dalam negeri, tentunya akan menciptakan pasar yang semakin kompetitif.
"Kita fokus ke arah tersebut, terutama untuk pengadaan pemerintah. Khusus bagi pihak swasta, kita buat regulasinya, kita buat sistemnya. Mudah- mudahan kecepatan itu bisa membuat pembangunan di Indonesia ini semakin lebih agresif, dan lebih bermanfaat untuk masyarakat," katanya.
Mbizmarket marketplace mitra LKPP RI yang hadir sebagai exhibitor dalam kegiatan ICEF-IPFE 2025 sebagai bentuk komitmen dalam mendukung dan mendorong transformasi pengadaan digital serta menggalakkan penggunaan produk dalam negeri.
Dengan transformasi digital sistem pengadaan barang/jasa pemerintah, khususnya melalui marketplace mitra LKPP RI, kini transaksi pengadaan bisa dilakukan dengan lebih mudah dan transparan, hanya dengan klik melalui Mbizmarket, APBN/APBD dapat dibelanjakan secara efisien, cepat dan tepat melalui penyedia UMKM yang telah bergabung di platform Mbizmarket.
Selain itu dengan bertransaksi di Mbizmarket, pejabat pengadaan pemerintah dengan mudah dapat mencari produk dalam negeri, dan mengetahui persentase Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), karena di platform Mbizmarket telah ada penanda TKDNnya.
"Selain itu, baik penyedia dan pembeli tidak perlu lagi repot; melapor dan menyetor pajak, karena Mbizmarket dapat bertindak sebagai WAPU sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 58/PMK.03/2022," ujar Ryn Hermawan CEO & Founder Mbizmarket.
Baca juga: Mbizmarket buka peluang kemitraan BUMD terkait digitalisasi pengadaan
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026