Lebak (Antara News) - Puncak arus balik lebaran melalui Stasiun Kereta Api Rangkasbitung, Kabupaten Lebak,Banten adalah  pada H+7 atau Minggu (2/7) hingga mencapai 25.000 penumpang.

"Kami terus mengoptimalkan pelayanan agar semua penumpang arus balik terangkut dengan baik dan lancar," kata Kepala Stasiun KA Rangkasbitung, Endarno di Lebak, Rabu.

Selama ini, perjalanan angkutan kereta api kommuter Line jurusan Rangkasbitung-Tanahabang berjalan lancar.

Meski terjadi peningkatan penumpang arus balik H+3, kondisinya masih normal hingga sekitar 8.000 orang/hari.

Kebanyakan penumpang yang menggunakan kereta api itu bertujuan untuk mendatangi tempat-tempat rekreasi di sekitar Jakarta dan Tangerang.

Selain itu juga mereka mengunjungi lokasi penziarahan di sekitar Kabupaten Serang, Banten.

Karena itu, arus balik lebaran melalui Stasiun Rangkasbitung belum terjadi lonjakan pemudik bertujuan Serpong-Kebayoran-Palmerah-Tanahabang dan Merak.

Para pemudik lebaran hingga kini masih banyak berada di kampung halaman dan belum kembali ke daerah asalnya.

"Kami yakin puncak arus balik  Minggu karena pekan depan semua instansi peemrintah, BUMN, perusahaan swasta dan tenaga profesi lainnya sudah kembali bekerja," kata Endarno.

Menurut Endarno,saat ini, ondisi Stasiun Rangkasbitung tampak lancar baik kedatangan maupun keberangkatan KA komuter yang melayani jurusan Rangkasbitung-Tanahabang.

Keberangkatan KA  Komuter melalui Stasiun Rangkasbitung menuju Tanahabang sebanyak 19 kali perjalanan.

Begitu juga sebaliknya kedatangan komuter Tanahabang-Rangkasbitung sebanyak 16 kali perjalanan.

Sedangkan, keberangkatan dan kedatangan KA Lokal Stasiun Rangkasbitung menuju Merak sebanyak enam kali perjalanan.

"Semua penumpang arus balik itu masih terangkut menuju jurusan Rangkasbitung-Jakarta dan Merak," katanya.

Seorang penumpang.Aminah  mengaku bahwa dirinya kembali ke Jakarta pada H+3 untuk menghindari kepadatan karena jika berangkat H+7 atau Sabtu (1/7) akan terjadi penumpukan hingga saling berdesakan.

Ia mengaku dirinya kembali ke Jakarta lebih awal karena ingin istirahat lebih lama dan bisa bersilatuhrahim dengan tetangga juga membersihkan peralatan rumah tangga.

"Kami setiap mudik ke kampung halaman ke Rangkasbitung selalu menggunakan jasa angkutan KA dengan alasan nyaman,tepat waktu kedatangan juga tiketnya murah dibandingkan angkutan umum," katanya.

Sementara itu, Kepala Regu Pos Pengamanan  Stasiun Rangkasbitung Iptu Barkah mengatakan pihaknya hingga kini belum menerima laporan penumpang korban kejahatan berupa pencopetan maupun penodongan.

Sebab, pengamanan arus mudik dan arus balik lebaran begitu ketat dengan melibatkan 30 personel,termasuk pasukan Brimob Polda Banten.

"Kami bekerja keras untuk pengamanan penumpang dengan mengoptimalkan patroli dan pengawasan ketika penumpang naik ke atas gerbong," ujarnya.

Pewarta: Mansyur
: Ganet Dirgantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026