Indonesia berpeluang besar kembangkan bisnis logistik
Jakarta (Antara News) - Andreas Gruchow anggota Dewan Deutsche Messe mengatakan Indonesia bisa menjadi "logistic hub" penting dunia seiring dengan masuknya pemberlakuan pasar tunggal Masyarakat Ekonomi ASEAN.
"Kondisi ini yang akan membuat Indonesia memiliki peluang besar di bisnis logistik ke depannya," kata Andreas di Jakarta, Rabu, terkait dengan rencana penyelenggaraan pameran logistik terbesar dunia di Indonesia.
Deutsche Messe memilih Indonesia sebagai penyelenggaraan CeMAT - pameran intralogistik internasional setelah sebelumnya sukses diselenggarakan di Hannover Jerman, Shanghai Tiongkok, Moscow Rusia, Mumbai India, dan Melbourne Australia.
Pameran bertajuk "CeMAT Southeast/TransAsia Jakarta/ColdChain Indonesia dijadwalkan diselenggarakan 28 Februari sampai dengan 3 Maret 2017 di ICE BSD City hasil kerja sama Deutsche Messe dengan ITE Group Plc dari Inggris dan PT Debindo ITE.
"Kami ingin menunjukkan seluruh rangkaian nilai logistik. Ini pertama kalinya kami menampilkan event CeMAT bersamaan dengan pameran logistik penunjang yakni TransAsia Jakarta dan ColdChain Indonesia,¿ tambahnya.
Andreas mengatakan event tersebut diperkirakan akan menarik lebih dari 200 peserta pameran yang sebagian besar berasal dari berbagai negara di kawasan ASEAN, karena itu penyelenggara menyediakan ruang pameran seluas 10.000 meter persegi.
Pameran akan melibatkan berbagai produk seperti industri truk, sistem logistik lengkap, rack, dan sistem pergudangan, crane dan  lifting equipment, access platform, auto ID system, solusi logistik menggunakan robot, dan teknologi pengepakan dan jasa logistik seperti freight forwarding, pengoperasian terminal, infrastruktur transpor, kendaraan transpor dan jasa CEP. Pengunjung diharapkan akan datang dari seluruh kawasan Asia Tenggara.
"Deutsche Messe menyelenggarakan CeMAT SOUTHEAST ASIA, TransAsia Jakarta dan ColdChain Indonesia, berpartner dengan perusahaan pameran yang berkedudukan di Inggris, yaitu ITE. Kami sudah bekerja sama dengan ITE pada CeMAT Rusia(TAHUN) yang berjalan dengan baik dan kami senang sekarang melanjutkan kerja sama sampai Indonesia," tambah Gruchow.
Laurent Noel, Direktur Industri, Transport dan Logistik dari ITE Group Pte menyatakan dukungannya atas bersatunya  dua organisasi pameran dagang yang memimpin di dunia, yaitu ITE di sektor logistik transpor dan Deutsche Messe di sektor handling material dan intralogistik.
Kolaborasi dua pihak ini akan hadirkan pameran yang luar biasa bagi industri logistik di Asia Tenggara. ¿Sekarang saat paling tepat untuk menggelar eksibisi ini, mengingat tahun 2017 Pemerintah Indonesia akan menyelesaikan bagian pertama dari proyek infrastruktur baru di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan yang akan merangsang pertumbuhan perekonomian setempat,¿ ujar Noel.
Penyelenggaraan CeMAT Southeast Asia ini mendapat dukungan berbagai pihak, antara lain Kadin, Asosiasi Logistik dan Forwarder Idonesia (ALFI), ALI (Supply Chain & Logistics Association), APINDO (The Employers Association of Indonesia).
Berbagai kementerian juga turut mendukung, antara lain: Kementerian Perdagangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Perumahan. Dari dunia internasional fukungan datang dari German Engineering Association (VDMA) dan European Federation of Materials Handling (FEM)
Ketua Kadin Rosan F. Roeslani mengatakan melalui event ini akan menampilkan solusi dan produk mutakhir untuk mengubah Indonesia menjadi salah satu hub logistik di Asia.
"Selama ini di logistic ada ekonomi biaya tinggi yang bisa mencapai 24 persen dari GDP dan menjadi hambatan utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebab itu, jika ada upaya untuk mengatasinya tentu KADIN menyambut baik," jelasnya.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Indonesia, M. Basuki Hadimuljono berpendapat keberadaan ASEAN membuktikan bahwa pasar regional yang terintegrasi secara positif akan memengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan perdagangan.
Logistik memainkan peran yang krusial di masa arus bebas barang dan jasa seperti saat ini, ujar dia.Â
Pewarta: Ganet DirgantoroEditor : Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.