Serang (Antara News) - Bank Tabungan Negara (BTN) mendukung pembiayaan 1.000 unit rumah pekerja di lima kota besar di Indonesia yakni di Karawang, Serang, Palembang, Semarang, dan Surabaya. 


"Kami  siap memberikan dukungan pembiayaan pembangunan perumahan bagi pekerja," kata Direktur Bank BTN, Mansyur S. Nasution menjelaskan usai peresmian  pembangunan proyek bagi pekerja  di Kabupaten Serang, Banten, Selasa.

Mansyur mengatakan, BTN sebagai perbankan telah menyiapkan pendanaan untuk mendukung pembangunan perumahan pada kelima kota tersebut. 

"Ini merupakan komitmen Bank BTN dan kami siap memberikan dukungan pembiayaannya," kata Mansyur.

Dia menjelaskan, proyek perumahan pekerja di Serang ini  merupakan proyek kedua  yang dibangun setelah sebelumnya dibangun proyek yang sama di kota Karawang. 

Di Serang akan dibangun 1.000 unit rumah sederhana tapak yang dibangun oleh PT Graha Nagara Indah selaku pengembang perumahan tersebut. 

Dari 1.000 unit rumah yang direncanakan dibangun pada lokasi tersebut, telah dibangun 541 unit dengan progres penyelesaian fisik bangunan antara 20-100 persen. 

Sekitar 130 unit telah direalisasi dengan skim KPR Sejahtera FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) dengan PUMP-KB (pinjaman uang muka perumahan) sekitar Rp2,58 miliar.

Proyek perumahan ini disiapkan sebagai fasilitas perumahan yang diberikan untuk peserta Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, jelas Mansyur.

Kerjasama Bank BTN dengan BPJS Ketenagakerjaan dimulai sejak  tahun 2006 dengan Program Perumahan Bagi Peserta Jamsostek melalui Kredit Pemilikan Rumah Sederhana Sehat Jamsostek (KPRSHJ), Kredit Pemilikan Rumah Jamsostek (KPRJ), Kredit Kontruksi Jamsostek (KKJ). Tahun 2008 kerjasama tersebut berubah menjadi Pinjaman Uang Muka (PUMP-KB). 

Melalui kerjasama PUMP-KB BPJS Ketenagakerjaan telah terealisasi sekitar  28.466 unit dengan nilai kredit berkisar  Rp.495 miliar.  Program PUM-KB BPJS Ketenagakerjaan ini diberikan khusus kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk keperluan tambahan biaya uang muka pembelian rumah. 

Lebih lanjut Mansyur menegaskan, Bank BTN berkomitmen untuk mempertahankan market share pada pembiayaan di sektor perumahan rakyat,  khususnya kelas menengah ke bawah, serta meningkatkan porsi pembiayaan perumahan kelas menengah atas. 

Hal ini didasari oleh pentingnya posisi perseroan  sebagai bank milik negara yang fokus dalam pembiayaan perumahan (housing bank) bagi masyarakat. Bank BTN tetap akan fokus sebagai housing bank yang memberikan dukungan pembiayaan perumahan bagi masyarakat Indonesia.

"Kami ingin Bank BTN dapat berperan lebih besar dalam memberikan dukungan terhadap program perumahan nasional ini," ujarnya.  

Sejak 1976 sampai dengan 31 Maret 2014 Bank BTN telah menyalurkan KPR Subsidi Rp53,15 triliun. Fasilitas kredit ini setidaknya telah dinikmati oleh  lebih dari 2,5 juta masyarakat Indonesia. 

Sementara khusus untuk skim FLPP yang dimulai sejak Oktober 2010 telah dikucurkan kredit oleh Bank BTN pada posisi yang sama lebih dari Rp18 triliun dengan jumlah rumah sebanyak 291.826 unit.
 


: Ganet Dirgantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026