Serang (AntaraBanten) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten mendorong para pekerja di wilayah setempat untuk meningkatkan kompetensi dalam menghadapi berlakunya kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten Husni Hasan di Serang, Rabu mengatakan, MEA menjadi ancaman sekaligus peluang bagi masyarakat khususnya para pekerja dalam upaya meningkatkan daya saing.

Oleh karena itu, pihaknya minta agar para pekerja atau buruh di Banten meningkatkan kompetensi masing-masing dalam menghadapi MEA, karena nanti akan bersaing dengan pekerja asing dari negara lain anggota MEA.

"Kalau tidak disiapkan dari sekarang, nanti pekerja-pekerja di daerah kita kalah bersaing dengan pekerja negara tetangga. Sebab, jika MEA sudah berjalan, kita bisa diserbu pekerja asing yang kompetensinya lebih bagus," kata Husni Hasan.

Oleh karena itu, Disnakertrans Banten minta perusahaan-perusahaan di wilayah setempat bisa meningkatkan SDM para pekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan kemampuan masing-masing.

"Kita juga memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi para pekerja," kata Husni.

Sebab, kata dia, jika SDM para pekerja tidak ditingkatkan, kelak bisa kalah bersaing dengan pekerja-pekerja asing. Jika hal itu terjadi, maka angka pengangguran di Banten bisa bertambah.

"Kami juga mendorong perusahaan di Banten untuk memanfaatkan terlebih dahulu para tenaga kerja lokal. Kecuali jika kompetensi tertentu tidak ada, ya bisa pekerja dari luar daerah," katanya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Syech Suhaimi dalam berita resmi statistik menyampaikan, jumlah pengangguran terbuka di wilayah setempat pada Februari 2014 bertambah 6.823 orang dibandingkan periode yang sama pada Februrai 2013.

"Jumlah pengangguran terbuka memang tercatat 6.823 orang. Dengan kata lain, tingkat pengangguran terbuka (TPT) naik dari 9,63 persen menjadi 9,87 persen," katanya.

Ia mengungkapkan, penambahan jumlah pengangguran terbuka ini karena selama setahun (Februari 2013 - Februari 2014), hampir semua sektor mengalami penurunan jumlah pekerja. Kecuali sektor pertanian, sektor industri dan Lembaga Keuangan.

Suhaimi mengatakan, lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak terdapat pada sektor perdagangan yang menyerap 1.266.512 orang atau lebih dari seperempat penduduk yang bekerja (25,65 persen).

Diungkapkan, jumlah angkatan kerja pada Februari 2014 mencapai 5.479.092 orang, berkurang sebesar 66.852 orang, dibandingkan jumlah angkatan kerja pada Februari 2013 yang tercatat 5.545.944 orang.

"Jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2014 sebesar 4.938.093 orang, berkurang 73.675 orang jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2013," katanya.


: Ganet Dirgantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026