Jakarta (Antara News) - Japan Tobacco International (JTI), bagian dari Japan Tobacco Group of Companies berencana memperkuat landasan bisnis di Indonesia.
"Kami melihat pemerintah Indonesia sangat terbuka bagi perusahaan lokal maupun internasional yang ingin mengembangkan bisnis," kata General Manager JTI Udo Freeman di Jakarta, Kamis.
Udo mengatakan, jumlah penduduk Indonesia sebesar 250 juta dengan pertumbuhan sekitar 1,3 persen merupakan pasar yang sangat potensial bagi produsen yang ingin menawarkan produknya.
Indonesia merupakan pasar nomor empat dunia untuk produk tembakau, sekitar 300 juta rokok terjual (7 persen rokok putih dan 93 persen rokok kretek), ungkap Udo.
Udo mengatakan, JTI masuk ke Indonesia pada awal 2011 dengan penyebaran produk di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali, sedangkan untuk 2013 akan mempersiapkan strategi baru dengan area penjualan selektif.
The JT Group Companies termasuk 500 perusahaan Fortune dengan jumlah tenaga kerja 48.759 orang termauk JTI.
The JT Group Companies beroperasi di Jepang untuk produk makanan, minuman, dan farmasi, selain produk tembakau melalui JTI, jelas Udo.
JTI sejak tahun 1999 melakukan serangkaian akuisisi untuk sejumlah produk tembakau.
JTI beroperasi di 73 negara dengan merekrut 27.000 karyawan dengan pendapatan 11,817 juta dolar AS tahun 2012.
Sedangkan di kawasan Asia Pasifik JTI beroperasi di Taiwan, Malaysia, Korea, Philipina, Vietnam, Thailand, Laos, Kamboja. Nepal, Mongolia. Singapura, Myanmar, Indonesia, dan Australia.
