Lebak, (ANTARABanten) - Bupati Lebak H Mulyadi Jayabaya mengatakan, calon jamaah haji 2011 bebas dari pungutan, karena pemerintah setempat mengalokasikan dana angkutan dan biaya kesehatan.
     
"Kami bebaskan biaya angkutan maupun vaksin meningitis bagi calon haji," kata Mulyadi Jayabaya saat membuka Manasik Haji Kabupaten Lebak di Gedung Pendopo.

Pemerintah daerah mengalokasikan dana angkutan untuk calon haji dari Rangkasbitung menuju  embarkasi Asrama Pondok Gede, Jakarta juga biaya pemeriksaan kesehatan, seperti imunisasi vaksin meningitis.
     
Karena itu, kata dia, pihaknya meminta calon jamaah haji 2011 sudah tidak ada lagi pungutan.
     
"Jika para jamaah haji masih dipungut kami akan memberikan tindakan tegas kepada oknum itu," katanya.
     
Menurut dia, saat ini calon haji Kabupaten Lebak tercatat 602 orang dan mengalami penurunan dibanding 2010 mencapai 657 orang.
     Penurunan calon haji tersebut hanya disebabkan keterlambatan dalam proses pendataan ke Kementerian Agama.
     
Selama ini, animo masyarakat untuk menunaikan rukun Islam kelima tahun ke tahun cukup tinggi.
     
Pada 2011, kata dia, daftar tunggu haji sudah mencapai 3.599 orang dan mereka bisa berangkat ke tanah suci Mekkah hingga sampai 2017.
     
"Saya berharap Kementerian Agama ke depan bisa menambah kuota haji sekitar 1.200 orang dan hanya tiga tahun seluruh calon haji yang masuk daftar tunggu bisa melaksanakan haji," katanya.
     
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lebak H Amin menyebutkan, semula jumlah calon haji asal Lebak sebanyak 580 orang, namun dapat tambahan kuota nasional 22 orang, sehingga jumlah totalnya mencapai 602 orang.
     
Kuota tambahan nasional, kata dia, merupakan keputusan Kementerian Agama dan sebanyak 22 orang dilaporkan telah melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH).
     
Pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menentukan tambahan kuota nasional tersebut.
     
Dari 22 orang kuota tambahan nasional itu sekitar 50 persen masuk kategori resiko tinggi karena usianya di atas rata-rata 60 tahun.
     
Mereka saat ini calon haji siap diberangkatkan  dua kloter ke embarkasi haji Pondok Gede Jakarta 28 Oktober sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
     
Sebagian besar calon jamaah haji Lebak pada kloter 47 dan sisanya kloter 48 gabungan dengan daerah Serang, Pandeglang dan Kota Cilegon.
     
"Secara fisik dan mental calon haji Lebak siap diberangkatkan untuk melaksanakan ibadah haji dan berharap memperoleh haji mabrur," katanya.
      
Sementara itu, Ganif, seorang calon jamah haji asal Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak  mengaku dirinya siap berangkat melaksanakan ibadah haji ke tanah suci karena kondisi badan sehat dan stamina kuat.
     
Sebab diprakirakan suhu di Arab Saudi pada Oktober-November memasuki musim dingin.
     
"Kami setiap hari berolahraga dan banyak istirahat untuk menjaga kesehatan tubuh karena ibadah haji mengutas tenaga banyak," ujarnya.***4***


: Ganet Dirgantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026