Pandeglang (ANTARABanten) - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Dais Iskandar mengaku, mengajukan surat penguduran diri dari jabatannya semata demi kepentingan pelayanan yang lebih optimal pada masyarakat.


"Betul, saya sudah menyampaikan surat penguduran diri, tapi itu bukan karena desakan dari mahasiswa yang disampaikan saat demo beberapa waktu lalu," katanya di Pandeglang, Rabu.

Pengunduruan diri itu, kata dia, dilakukan semata untuk kepentingan pelayanan kesehatan, karena mungkin ada orang lain yang dinilai lebih mampu dibandingkan dirinya.

"Saya tidak pernah merasa paling mampu memimpin dinas kesehatan, karena itulah ketika ada  pihak yang menilai saya tidak mampu, saya pun tahu diri dan langsung mengajukan pengunduruan diri," katanya.

Menurut Dais, tuntutan dari para mahasiswa agar dirinya mengundurkan diri, hanya sebagai bahan introspeksi saja, dan mengingatkan bahwa selama ini ia kurang optimal dalam memimpin dinas kesehatan.

Ia juga mengaku, akan langsung menghadap Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi, ketika masa cutinya telah selesai.

"Saya mengambil cuti selama 12 hari kerja, terhitung Kamis (19/5). Setelah cuti selesai saya akan menghadap Pak Bupati," ujarnya.

Dais juga mengaku, sudah mendapat informasi kalau Bupati Pandeglang akan memanggil dirinya, guna meminta penjelasan seputar aksi unjuk rasa dan rencana penguduran dirinya itu.

Terkait aksi mahasiswa pada pekan lalu, yang meminta dirinya mengudurkan diri dan menduga terjadi penyimpangan anggaran di dinas kesehatan, menurut dia, itu sangat positif sebagai kontrol dan mengingatkan jajaran di instansi tersebut.

"Saya yakin apa yang disampaikan para mahasiswa itu murni aspirasinya, dan itu sangat positif, karena menunjukkan generasi Pandeglang peduli terhadap kondisi daerahnya," ujarnya. 


: Ganet Dirgantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026