Tangerang (ANTARABanten) - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan minta kepada pengusaha agar dapat ikut membangun rumah sakit yang jumlahnya masih sangat kurang.
"Pemerintah masih kekurangan jumlah rumah sakit karena tidak semua kasus dapat ditangani Puskesmas, banyak yang harus dirujuk ke rumah sakit," kata Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih, Sabtu, usai meresmikan dimulainya pembangunan pengembangan baru rumah sakit Siloam Lippo Village di Tangerang.
Hadir dalam peresmian Mochtar Riady dan James T Riady selaku pendiri Lippo Group, serta Wakil Gubernur Provinsi Banten Masduki.
Menurut Endang, pemerintah memang telah meningkatkan pelayanan Puskesmas di Indonesia tetapi tetap saja untuk kasus yang berat-berat tetap harus dirujuk ke rumah sakit.
Endang mengatakan, kebutuhan rumah sakit terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk yang seharusnya pengadaannya tidak hanya pemerintah tetapi juga swasta.
Endang mengharapkan, melalui peran swasta dalam dua tahun dapat dibangun rumah sakit bertaraf internasional tetapi dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
Endang juga menyampaikan pesan kepada swasta yang akan membangun rumah sakit juga harus memperhatikan kualitas dan rancangan bangunan sehingga pasien tidak dirugikan.
"Bangunan harus dirancang tahan gempa, sistem pemadam api harus menjadi prioritas utana, serta koridor harus luas untuk memudahkan pasien melakukan evakuasi seandainya terjadi keadaan darurat," ujarnya.
Sedangkan, James Riady mengatakan, tenaga dokter saat ini baru dipasok dari 72 fakultas atau rata-rata dicetak 3.000 tenaga dokter setiap tahun sementara masyarakat yang membutuhkannya 3,5 juta setiap tahun.
James mengatakan, akibat kekurangan jumlah dokter maka banyak masyarakat Indonesia yang terpaksa berobat ke luar negeri yang memiliki tim dokter lebih lengkap.
James mengatakan, Lippo Group sebagai perusahaan melihat kebutuhan rumah sakit yang semakin mendesak kemudian membangun pengembangan Rumah Sakit Siloam Lippo Village di Tangerang.
Siloam Lippo Village merupakan rumah sakit pendidikan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran dan Sekolah Perawat Universitas Pelita Harapan (UPH), serta Mochtar Riady Institute of Nanotechnology.
James mengatakan, Rumah Sakit Siloam Lippo Village telah memiliki akreditisasi dari Joint Commision International (JCI) sehingga dimungkinkan menjadi rumah sakit pendidikan.
Rumah Sakit Silloam Lippo Vilage saat ini dilengkapi 250 tempat tidur, 202 dokter, 370 perawat, serta alat-alat kesehatan terkini, jelasnya.
Sedangkan perluasan rencananya 4.625 meter persegi bangunan, 300 tempat tidur, dan 10 ruangan konsultasi diharapkan dapat beroperasi pada kuartal II tahun 2011, jelasnya.
Wakil Gubernur Banten, Masduki minta kepada pihak Lippo Group selaku pengembang dapat memperkuat basis Posyandu di Provinsi Banten.
Masduki mengatakan, saat ini di Banten tercatat terdapat 255 Posyandu yang memberikan pelayanan kepada 100 ribu anggotanya.
Menurutnya, Posyandu merupakan layanan kesehatan yang paling awal diterima masyarakat sebagai upaya meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, jelasnya.
Masduki mengharapkan, Lippo Group dapat menyisihkan 20 persen dari program corporate social responsibility (CSR) untuk memperkuat Posyandu khususnya di Banten. ***2***
: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.