Aparat Polresta Tangerang, Banten, mengimbau kepada pemudik agar tidak mengunakan sepeda motor ke kampung halaman terutama bagi yang hendak menyeberang ke Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak.

"Sangat membahayakan dan resiko tinggi, ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kecelakaan di jalan raya," kata Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif di Tangerang, Rabu.

Sabilul mengatakan apalagi pemudik dengan sepeda motor biasanya membawa istri dan anak, maka potensi kecelakaan lebih besar.

Masalah tersebut karena jalan Raya Serang mulai dari perbatasan dengan Kota Tangerang, di Desa Kadu Jaya Kecamatan Curug hingga ke Kecamatan Jayanti yang bersebelahan dengan Kabupaten Serang merupakan jalur pemudik dominan mengunakan sepeda motor.

Bahkan pemudik yang hendak ke beberapa kota di Lampung, Sumatera Selatan dan Bengkulu menggunakan sepeda motor dipastikan melintasi jalur tersebut.

Hal tersebut karena jalan Raya Serang merupakan jalur mudik nasional non tol yang harus dilalui pengendara dari arah Jakarta dan sekitarnya atau sebaliknya.

“Menggunakan kendaraan roda dua apalagi untuk perjalanan jauh memiliki banyak risiko keamanan dan keselamatan terlebih bagi anak kecil,” katanya.

Menurut dia, daya tahan tubuh anak-anak tentu berbeda dengan orang dewasa maka bila menggunakan sepeda motor dipastikan akan terkena embusan angin.

Apalagi saat ini sulit memprediksi cuaca, hujan kadang turun secara tiba-tiba, ini yang sangat membahayakan keselamatan dan kondisi kesehatan.

Dia mengharapkan agar pemudik untuk dapat memanfaatkan pos pelayanan dan tempat istirahat yang telah disediakan petugas.

"Ketika tubuh terasa lelah atau mengantuk, sangat disarankan agar pemudik beristirahat," kata mantan Kapolres Jember, Jatim itu.

Jika dalam kondisi lelah dipaksakan mengendarai maka potensi kecelakaan lebih besar, sehingga istirahat dalam solusi terbaik.

Untuk pengamanan jalan Raya Serang, pihaknya siaga petugas di pasar tradisional jalur mudik utama jalan Raya Serang terutama di titik rawan kemacetan.

Namun titik kemacetan tersebut pada pasar tradisional Cikupa dan Balaraja karena tidak memiliki jembatan penyeberangan orang (JPO) padahal arus lalu lintas padat.

Petugas yang diterjunkan pengamanan Lebaran 2019 sekitar 1.400 orang. Bahkan telah mendapatkan bantuan pengamanan dari TNI sebanyak 100 petugas yang siaga mulai dari H-7 hingga H+7 Lebaran.



 

Pewarta: Adityawarman(TGR)

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2019