Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang, Banten, mengharapkan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) yang telah dicanangkan pemerintah setempat dapat meningkatkan literasi bagi anak didik.

"Penyediaan buku sangat penting agar mereka betah selama di sekolah," kata anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang, Bunyamin di Tangerang, Sabtu.

Bunyamin mengatakan berdasarkan penelitian dari 100 anak didik maka ada dua yang gemar membaca, ini sangat memprihatinkan dalam era digital saat ini.

Menurut dia, anak didik itu buka mesin apalagi teknologi digital tapi manusia yang tidak dapat digantikan, maka perlu literasi dan budaya membaca.

Pihaknya berharap program GSM membuat anak didik betah di sekolah dan tidak merasa tertekan karena sarana dan prasarana penunjang mencukupi.

Hal tersebut karena Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang telah mencanangkan program GSM sejak tahun lalu kepada 20 SMP dan 50 sekolah dasar.

Namun pengunaan teknologi bagi anak didik merupakan suatu keharusan tapi harus dituntun pengunaannya bagi kesejahteraan dan kemajuan masa mendatang, katanya.

Dia mengatakan untuk itu para guru harus dapat memahami anak didik terutama yang telah menerapkan GSM, akibat mereka belajar sejak pagi hingga sore hari, jangan sampai mereka bosan selama di sekolah.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Fahrudin mengatakan menjadikan GSM sebagai salah satu program unggulan sehingga anak didik tidak menganggap belajar sebagai beban tapi betah mengikuti.

Dia menambahkan berupaya untuk menghapus pendapat lama bahwa anak didik senang dengan libur panjang, cepat pulang dan membolos.

Bahkan GSM merupakan gerakan bersama yakni guru, anak didik, kepala sekolah dan komite sekolah sehingga bersinergi menerapkan program tersebut.

Untuk itu, perlu upaya yang serasi dengan semua pihak dan mengacu kepada indikator yang telah ditetapkan menyangkut GSM, tambahnya.

Ia mengatakan belajar bukan lagi menjadi beban berat tapi dengan gembira melaksanakan aneka kegiatan di sekolah. Bahkan anak didik diharapkan lebih aktif untuk bertanya sehingga guru hanya sebagai fasilitator atau pengarah.

Program GSM banyak ditiru oleh daerah lain, hal itu terbukti dari kunjungan kerja ke sekolah serta mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ujarnya.


 

Pewarta: Adityawarman(TGR)

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2019