Gubernur Banten Andra Soni mengatakan siap memfasilitasi para investor alumni sekolah bisnis asal Tiongkok, Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB) untuk bermitra dengan pengusaha daerah setempat.
Ia menegaskan akan memastikan iklim investasi yang aman dan nyaman, sekaligus membuka karpet merah bagi para penanam modal yang ingin mengembangkan bisnis di wilayahnya.
"Sebagai Gubernur, saya membuka diri, membuka peluang, dan siap memfasilitasi para investor untuk bermitra dengan pengusaha Banten. Kami terus berupaya menciptakan iklim investasi yang aman dan nyaman," kata Andra Soni dalam keterangannya di Serang, Rabu.
Baca juga: Pemprov Banten raih opini WTP ke-10 berturuntun dari BPK
Kepada para investor, ia memaparkan bahwa Provinsi Banten memiliki nilai jual yang tinggi karena posisinya yang sangat strategis sebagai gerbang utama Jakarta sekaligus berada di jalur pelayaran internasional, dengan total penduduk mencapai 13 juta jiwa.
Andra menjelaskan, Banten menawarkan keunggulan infrastruktur dan konektivitas yang mumpuni untuk menjamin kelancaran rantai logistik. Wilayah ini ditopang penuh oleh fasilitas jaringan jalan tol yang terintegrasi, pelabuhan berskala internasional, serta kawasan industri yang terus berkembang.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Banten merupakan salah satu provinsi andalan untuk mendukung program hilirisasi yang dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Selain telah mapan sebagai sentra industri baja dan petrokimia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kini juga tengah berfokus mendorong masuknya ekosistem industri masa depan, seperti pengembangan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) dan industri hijau.
Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB) merupakan sekolah bisnis bergengsi yang didirikan di Beijing, Tiongkok. Saat ini, tercatat ada lebih dari 100 alumni CKGSB yang telah berkiprah dan menjalankan bisnis di Indonesia.
Baca juga: Pemprov Banten dukung kelanjutan konservasi DAS Cidanau
Editor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026