Guna meningkatkan produktivitas bongkar muat dan layanan terminalisasi di Pelabuhan Ciwandan, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Nonpetikemas Cabang Banten terus memperkuat standarisasi operasional dan digitalisasi layanan berbasis Pelindo Terminal Operating System Multipurpose (PTOS-M).

Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Andi Purwantoro, Selasa (19/5), mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan kecepatan layanan operasional guna mendukung efisiensi distribusi logistik nasional.

Menurutnya, penerapan standarisasi operasional dan digitalisasi layanan mampu mempercepat proses kerja di pelabuhan, sekaligus memastikan keamanan dan ketepatan distribusi barang.

“Semua yang melakukan kegiatan di sini baik orang, kendaraan, maupun tracking harus teridentifikasi. Harapannya pekerjaan menjadi cepat, aman, dan barang tetap utuh. Dengan standarisasi, kecepatan layanan meningkat sehingga biaya logistik bisa semakin murah dan berdampak pada harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” kata Andi.

Baca juga: ASDP bicara soal peningkatan kendaraan di lintasan Ketapang-Gilimanuk

Peningkatan produktivitas tercatat pada layanan general cargo yang mencapai 117 persen dari target triwulan I tahun 2026. Sementara layanan curah kering mencapai 112 persen dari target pada periode yang sama.

Selain itu, PTP Nonpetikemas juga terus mendorong terminalisasi dermaga curah kering dan curah cair di Pelabuhan Ciwandan agar layanan kepelabuhanan menjadi lebih terintegrasi, efisien, dan profesional.

Saat ini, Pelabuhan Ciwandan telah memiliki izin dedicated terminal curah cair di Dermaga 04 dan terminal curah kering di Dermaga 02.

Dalam pekan ini, PTP Nonpetikemas Cabang Banten juga tengah melayani aktivitas operasional empat kapal yang mengangkut berbagai komoditas strategis di wilayah Banten.

Baca juga: Balita yang diculik pengasuh diselamatkan di Pelabuhan Merak

Pewarta: Susmiatun Hayati

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026