Sejumlah pedagang hewan kurban di Kabupaten Tangerang, Banten, mempriorotaskan ketersediaan kelayakan dan kesehatan hewan untuk kebutuhan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

"Kita tanggung jawab sama konsumen. Makannya dijaga, kesehatannya juga diperhatikan," kata pedagang domba di Jalan Pemda Tigaraksa, Sarkam (53) kepada ANTARA di Tangerang, Selasa.

Ia memastikan, kualitas pakan ternak yang diberikan secara rutin dengan berkualitas. Selain itu, pemeriksaan kesehatan dari pemerintah juga dilakukan menjelang Idul Adha tahun ini.

Bahkan, katanya, antisipasi kemunculan penyakit sudah dilakukan sejak hewan yang berasal dari luar kota menuju lapak penjualan di Kabupaten Tangerang dengan dicek kesehatannya.

"Biasanya ada pemeriksaan kesehatan juga dari pemerintah," ucapnya.

Baca juga: DKPP Serang terjunkan penyuluh pantau kesehatan hewan kurban

Meski demikian, Sarkam mengaku, untuk penjualan hewan saat ini belum seramai tahun sebelumnya karena dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat.

"Kalau sekarang mungkin faktor ekonomi, jadi penjualannya belum terlalu ramai," ujarnya.

Ia menyebut, di tengah ketidakpastian penjualan, pihaknya menyediakan sekitar 60 ekor domba untuk dijual selama musim kurban.

Dijelaskan, harga hewan domba yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp6 juta tergantung ukuran dan bobot hewan.

"Pembeli biasanya mulai ramai mendekati Hari Raya Idul Adha atau sekitar sepekan sebelum pelaksanaan kurban," kata dia.

Baca juga: Kebutuhan hewan kurban di Tangerang di proyeksi 35 ribu ekor

Sementara itu, pedagang sapi di Pasar Kemis, Fadli Saputra mengaku penjualan sapi tahun ini justru mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun lalu.

Dia menyediakan hampir 300 ekor sapi yang didatangkan dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, terdiri dari sapi ras Bali, Bima, hingga sapi peranakan.

"Kalau tahun ini penjualan cukup bagus. H-1 bulan Idul Adha penjualan sudah hampir 80 persen. Dijual mulai dari Rp14 juta hingga Rp40 juta, tergantung ukuran dan bobot sapi," jelasnya.

Untuk menjaga kondisi sapi tetap sehat selama di kandang, Fadli menerapkan pola perawatan khusus, mulai dari pemberian pakan hijauan seperti rumput gajah dan lamtoro hingga suntikan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh hewan.

"Pas baru datang biasanya kita kasih pakan hijauan dulu, lalu diberikan vitamin supaya kondisi sapi tetap sehat sampai waktu penjualan," kata dia.

Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah memproyeksikan kebutuhan hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi mencapai 35.000 ekor.

Baca juga: Pemkab Serang salurkan sapi kurban Presiden Prabowo ke pelosok

Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKP Kabupaten Tangerang, Joko Ismadi memprediksi, bila kuota hewan saat ini mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya mencapai 32.936 ekor.

Berdasarkan data, pada 2025 ketersediaan hewan kurban sebanyak 32.936 ekor. Di mana, jumlah tersebut meliputi, 8.367 ekor sapi, 66 ekor kerbau, 4.410 ekor kambing, serta 20.093 ekor domba.

‎"Kalau dari data tahun 2025 ketersediaan hewan kurban itu sekitar 32.000 ekor. Ketersediaan puluhan ribu ekor hewan kurban tersebut berasal dari 635 lapak pedagang hewan," ucapnya.

‎Ia menuturkan, pihaknya memperkirakan sekitar 35.000 ekor hewan kurban yang disiapkan pada Idul Adha tahun ini dengan estimasi kenaikan mencapai 10 persen.

‎"Estimasi nambah sekitar 10 persen persediaan hewan kurban di tahun ini, soalnya ada beberapa tambahan lapak pedagang," ungkap Joko.

Baca juga: Petugas Distan Banten lakukan pemeriksaan hewan kurban di Lebak

 

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026