Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Banten, menyatakan program Kota Serang Mengaji efektif menekan angka buta aksara Al Quran di kalangan pelajar, khususnya siswa kelas 9 sekolah menengah pertama (SMP).

Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri di Serang, Jumat, mengatakan target utama program ini memastikan siswa tingkat akhir SMP memiliki kemampuan membaca Al Quran sebelum lulus.

"Dari data awal per tanggal 5 September 2025 tercatat ada 1.600 siswa kelas 9 yang belum bisa mengaji. Setelah kami evaluasi, angkanya turun menjadi 860 siswa hingga saat ini," ujarnya.

Baca juga: Pemkot Serang siapkan aplikasi Serang Mengaji tanpa bebani APBD

Pemerintah Kota Serang menerapkan dua skema dalam pengentasan buta aksara Al Quran. Skema pertama Sekolah Mengaji di satuan pendidikan di bawah naungan Dindikbud dan skema kedua Maghrib Mengaji dikoordinasikan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekda Kota Serang.

Selain metode tatap muka konvensional, program ini juga mulai mengintegrasikan sistem digital.

Pihaknya bekerja sama dengan Badan Wakaf Al-Quran (BWA) menyediakan aplikasi yang berisi tutorial dan program pembelajaran yang dapat diakses masyarakat Kota Serang.

"Ada yang manual untuk pengajaran dan ada yang lewat aplikasi. Di sana sudah tersedia tutorial yang mempermudah belajar membaca Al Quran," katanya.

Baca juga: Pemkab Lebak berantas buta huruf Al Quran lewat Magrib Mengaji

Sebagai bentuk pengukuhan salah satu di antara 13 program prioritas Wali Kota Serang ini, Dindikbud berencana menggelar peluncuran program itu, beberapa waktu ke depan, di kawasan Royal Baru. Kegiatan tersebut rencananya melibatkan sekitar 6.000 peserta, terdiri atas siswa SMP, MTs/Aliah dari Kementerian Agama, serta pondok pesantren.

Terkait dengan tenaga pengajar, pihaknya sedang melakukan validasi dan akurasi data jumlah guru ngaji di setiap kelurahan. Data tersebut akan diintegrasikan dengan Kementerian Agama pada 2026 agar tidak tumpang tindih.

"Validasi ini penting sebagai rujukan data yang akurat, bukan data global. Hal ini juga berkaitan dengan formulasi insentif guru ngaji yang sedang kami rancang untuk tahun 2027," kata Nuri.

Baca juga: 30 lembaga di Kota Serang dapat dana hibah total Rp4,1 miliar

Pewarta: Desi Purnama Sari

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026