Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, menyatakan ketersediaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa di sekolah masih jauh dari jumlah ideal, dengan kekurangan mencapai lebih dari dua pertiga dari total yang dibutuhkan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Zaldi Duhana, di Serang, Selasa, mengungkapkan bahwa dari total kebutuhan sekitar 64 unit SPPG untuk menjangkau seluruh sekolah, saat ini baru tersedia sekitar 20 unit.
"Kalau kita menghitung jumlah sekolah, mungkin kita butuh 64 SPPG. Hari ini yang tersedia baru sekitar 20-an, dan dari jumlah itu pemerintah sendiri baru mengelola tiga," ujarnya.
Baca juga: Pemkab Serang siapkan lahan dan satgas untuk percepatan Program MBG
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar SPPG yang beroperasi saat ini dikelola oleh pihak swasta, sementara Pemkab Serang berperan sebagai regulator, fasilitator, sekaligus pengawas untuk memastikan standar operasional terpenuhi.
Selain kekurangan dari segi jumlah, Zaldi juga menyoroti pentingnya pengawasan mutu makanan yang disediakan untuk mencegah kasus keracunan atau masalah gizi akibat bahan pangan yang tidak layak.
"Selain kekurangan dapur, kendala lain ada di mutu makanan. Karena itu kami libatkan Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, hingga Dinas Peternakan untuk memantau bahan pangan, kandungan gizi, dan kebersihannya," tegasnya.
Menurutnya, keberadaan tenaga ahli gizi menjadi syarat utama bagi setiap SPPG yang akan beroperasi. Kendati demikian, pengawasan ketat terhadap kualitas bahan baku pangan tetap menjadi prioritas pemerintah.
"Ahli gizi itu syarat wajib. Tapi dalam perjalanan kan bisa saja ada bahan yang kurang bagus atau tercemar, makanya pemantauan dari pemkab sangat penting," pungkasnya.
Baca juga: Pemprov Banten bahas hasil survei 28 lokasi rencana dapur SPPG
Editor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2025