Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, telah berhasil menjangkau sekitar 70 sekolah di wilayah kerjanya sejak diluncurkan pada awal Agustus 2025.
Kepala Puskesmas Cikeusal, Mimi Sukti, di Serang, Selasa, mengatakan program ini menyasar seluruh siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA untuk melakukan deteksi dini berbagai masalah kesehatan.
"Sejak diluncurkan tanggal 1 Agustus, tim kami langsung terjun ke sekolah-sekolah. Hingga hari ini, total sudah mencakup 64 SD dan beberapa SMP serta SMA, jadi totalnya sekitar 70 sekolah," ujar Mimi.
Baca juga: Gubernur Andra Soni tegaskan cek kesehatan siswa cegah masalah sejak dini
Ia menjelaskan, untuk mengejar target waktu, satu tim yang terdiri dari empat petugas kesehatan meliputi dokter, perawat, bidan, dan analis laboratorium dapat mengunjungi beberapa sekolah dalam satu hari. Proses skrining dipermudah dengan penggunaan formulir digital yang diisi siswa melalui gawai untuk menekan biaya dari pihak sekolah.
"Tahapan nya kita mulai dari sosialisasi via Zoom dengan kepala sekolah, lalu menyusun micro planning sasaran, baru tim diterjunkan. Dengan sistem ini, kami targetkan 15 sekolah yang tersisa dapat segera rampung," tambahnya.
Dari capaian skrining massal tersebut, Puskesmas Cikeusal berhasil mendeteksi sejumlah temuan kesehatan di kalangan pelajar, di antaranya sekitar 40 siswa terduga tuberkulosis (TB) dan 30-40 siswa lainnya terindikasi obesitas.
Mimi menegaskan bahwa seluruh siswa yang terdeteksi memiliki indikasi masalah kesehatan akan diarahkan untuk pemeriksaan lebih lanjut di puskesmas secara gratis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca juga: Cakupan CKG sekolah di Banten sentuh 96.415 pelajar
Editor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2025