Pemerintah Kota Tangerang, Banten melakukan penggunaan teknologi insinerator dalam mengelola sampah skala modern di pemukiman masyarakat karena telah teruji ramah lingkungan.

"Sejumlah negara maju seperti Singapura telah terbukti berhasil mengelola sampah dengan ramah lingkungan menggunakan insinerator. Maka itu, kita akan tiru teknologi tersebut dari proses ujicoba yang kini sedang berlangsung di TPST Mutiara Bangsa Cipondoh," kata Wali Kota Tangerang Sachrudin kepada wartawan ditemui di Puspemkot Tangerang, Jumat.

Ia mengatakan teknologi insinerator memiliki sejumlah keuntungan di antaranya mengurangi pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing yang kini hampir mencapai ambang batas maksimal.

Baca juga: Pemkot Tangerang sebut insinerator di TPST jadi solusi pengelolaan sampah

Manfaat lain dari penggunaan teknologi insinerator yakni dapat menghancurkan bakteri, virus maupun pathogen lainnya yang terkandung dalam sampah melalui proses pembakaran, sehingga dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit maupun dampak berbahaya dari sampah yang tersebar di lingkungan sekitar.

"Karena teknik ini menggunakan metode pembakaran maka dapat mengurangi jumlah sampah yang membusuk juga di TPA Rawa Kucing, sehingga mengurangi emisi metana yang dihasilkan tumpukan sampah," ujarnya.

Lalu insinerator juga dilengkapi teknologi modern dengan sistem kontrol emisi seperti filter tas, scrubber dan injeksi karbon aktif yang bisa menghilangkan polutan berbahaya dari emisi gas buang yang dilepaskan dari pembakaran sampah. Hal ini menjadikan teknik insinerator menjadi salah satu pengolahan sampah dengan standar mutu lingkungan hidup yang terjamin.

"Bahkan, insinerator juga bisa dimanfaatkan untuk sumber energi alternatif karena berbasis wast to energy yang menghasilkan uap berpotensi dimanfaatkan untuk menggerakan turbin untuk memproduksi listrik bagi masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Pemkot Tangerang libatkan ahli soal penggunaan insinerator di TPST

Sebelumnya dalam kunjungan kerja ke TPST Bantargebang pada 19 Maret 2025, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan hampir seluruh TPA di Singapura telah dilengkapi teknologi insinerator.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Wawan Fauzi mengatakan Pemkot telah bekerja sama dengan PT Pasifik Techone Abadi untuk melakukan uji coba penggunaan mesin insinerator selama dua bulan yang didatangkan langsung dari Korea Selatan dan ditempatkan di TPST Mutiara Bangsa Cipondoh.

Sejak pertama kali dilakukan ujicoba pada Rabu (2/7/2025), Wawan mengatakan, kegiatan pembakaran sampah tidak menghasilkan emisi gas buang yang berbahaya bagi kesehatan lingkungan.

Tak hanya itu, teknik insinerator dapat mengurangi volume sampah hingga sekitar 90 persen dengan total residu sampah yang sangat kecil, sekitar 0,1 persen dari hasil uji coba yang sudah dilaksanakan.

"Ini menjadi langkah solutif menuntaskan permasalahan sampah di tingkat wilayah sekaligus mengurangi beban volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing," katanya.

Baca juga: DLH sebut pengolahan sampah gunakan insinerator penuhi standar mutu

Pewarta: Achmad Irfan

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2025