Serang, (Antara News) - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten masih mematangkan draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten 2017-2022, dengan mengintensifkan pembahasan RPJMD tersebut dengan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Kepala Bappeda Provinsi Banten Hudaya Latuconsina di Serang, Minggu, mengatakan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) RPJMD Banten 2017-2022 kemungkinan baru akan digelar pada pekan ketiga Mei 2017. Hal tersebut karena pembahasan RPJMD belum rampung.

"Kemungkinan minggu ketiga bulan puasa, karena diskusi dengan Pak Gubernur Selasa kemarin itu belum tuntas. Dilanjut minggu depan," kata Hudaya.

Menurut Hudaya, Musrenbang RPJMD 2017-2022 tersebut penting segera dilakukan untuk menyusun target-target pencapaian pembangunan Banten dibawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim-Andika Hazrumy pada periode 2017-2022.

"Beliau kan punya janji melalui visi misinya. Musrenbang RPJMD ini menjadi penting untuk mengetahui apa-apa saja yang mau digarap, memastikan schedulenya, kemudian pengalokasian (anggaran) di tahun kesatu, kedua, dan seterusnya," katanya.

Selain itu, kata dia, perlu proses untuk penyusunan raperda RPJMD. Belum lagi, finalisasi-finalisasi membahas teknis lainnya setelah musrenbang RPJMD.

"Penting segera dilakukan karena setelah itu kita harus menyusun raperdanya, sehingga kita berharap 2 bulan setelah musrenbang kita serahkan ke DPRD untuk dibahas dan ditetapkan sebagai perda," katanya.

Hudaya mengaku, pihaknya sudah menyampaikan bahan-bahan terkait RPJMD kepada gubernur.   
Pada pokoknya, kata dia, gubernur menginginkan setiap program pembangunan yang dilaksanakan bisa berimplikasi dan multifungsi bagi masyarakat.

Sehingga, kata dia, setiap hal yang menjadi program yang akan dilaksanakan berimplikasi dan multifungsi.

"Jadi kalau misal pendidikan digarap itu secara ril dapat mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi, (LPE), menekan pengangguran dan kemiskinan. Strategi ini harus dimatangkan. Misalnya jalan dibangun, aktifitas yang akan terjadi apa, apakah mempermudah layanan dasar, menggerakkan perekonomian. Jadi harus multiplier effect," katanya.

Sebelumnya Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan jadi fokus utama selama kepemimpinannya di Provinsi Banten. Visi dan misi tersebut akan dijabarkan menjadi program-program yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD) Banten 2017-2022.

"Fokus kita siapkan piranti-pirantinya, instrumennya, termasuk SDM dan pendanaannya di 2018. Kemudian metodologinya, sistemnya itu sedang kita susun," kata Wahidin Halim. 

Pewarta: Mulyana

Editor : Ganet Dirgantara


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2017