Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak optimistis kawasan budaya adat masyarakat Badui dipadati wisatawan mancanegara (wisman) saat Piala Dunia U-17 tahun yang berlangsung di beberapa.kota di Indonesia.
 
"Kita memastikan banyak wisman mengunjungi Badui, karena sudah mendunia itu," kata Kepala Disbudpar Kabupaten Lebak Imam Rismahayadin di Rangkasbitung, Banten, Sabtu.
 
Pemerintah Kabupaten Lebak kini mempersiapkan untuk menghadapi kunjungan wisman dari berbagai negara sebagai peserta Piala Dunia U-17. Apalagi banyak negara terlibat pada kejuaraan ini.

Baca juga: Pedagang durian Badui kewalahan layani pembeli
 
Kehidupan masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak masih mempertahankan adat istiadat dari leluhur, sehingga menolak modernisasi.
 
Kehidupan mereka lebih unik dan mengutamakan kecintaan pelestarian alam agar bumi itu tidak menimbulkan malapetaka bencana alam.
 
"Saya kira kehidupan masyarakat Badui tidak begitu jauh dengan Suku Aborigin di Australia, Suku Amish di Amerika Serikat, atau suku Incha di Manchu Pichu Peru," kata Imam.
 
Menurut dia, pihaknya melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan tata kelola manajemen wisata.

Baca juga: Petani Badui mulai gerakan tanam padi huma
 
Pelatihan manajemen wisata itu langsung didampingi oleh "Corporate Social Responsibility" atau tanggung jawab sosial perusahaan dari Bank Central Asia (BCA).
 
Selain itu juga koordinasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Banten juga Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
 
Destinasi Saba budaya Badui tentu salah satu tujuan untuk menjadi kunjungan wisman, seperti wisata Danau Toba, Labuan Bajo, Bali dan Likupang.
 
Sebab, destinasi saba budaya Badui merupakan salah satu ikon dan tidak hanya regional Banten juga nasional, tetapi sebagian besar wisman sudah banyak yang mengetahuinya.

Baca juga: "Ngaseuk" padi huma, cara Suku Badui perkuat cadangan pangan
 
Selama ini, pemerintah daerah mengapresiasi kehidupan masyarakat Badui masih mempertahankan kearifan lokal dalam menjaga alam dan lingkungan menjadi rujukan untuk mengatasi climate change yang menjadi isu dunia saat ini.
 
Untuk menyambut kedatangan wisman, pemerintah daerah setempat telah membangun jalan ke lokasi wisata Badui dengan betonisasi.
 
"Jika wisman turun di Bandara Soekarno Hatta bisa ditempuh selama 1,5 jam ke Badui dengan kondisi jalan mulus," kata Imam menambahkan.
 
Sementara itu, Tetua Adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Kabupaten Lebak Jaro Saija mengatakan pihaknya siap menyambut wisman dari berbagai negara dari peserta Piala Dunia dengan aman.
 
"Kami berharap dengan kunjungan wisman dapat mendongkrak pendapatan ekonomi masyarakat," kata Jaro Saija.

Baca juga: Ini pembagian grup dan jadwal lengkap Piala Dunia U-17 2023
 

Pewarta: Mansyur suryana

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2023