Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten akan mendistribusikan sejumlah minyak goreng dengan harga eceran sesuai yang ditentukan langsung ke tingkat desa, sebagai upaya menekan kelangkaan serta menstabilkan harga.

"Setiap ada pengiriman kita akan langsung distibusikan sampai ke tingkat desa. Karena yang diberikan dari pemerintah terbatas jadi kami melakukan operasi ke desa-desa dan warung," kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar di Tangerang, Selasa.

Baca juga: BNNK-Pemkab Tangerang bentuk satgas untuk tanggulangi peredaran narkoba

Ia mengatakan pendistribusian langsung ke desa-desa tersebut untuk menghindari adanya penumpukan minyak goreng serta dapat menyebabkan terjadinya kerumunan massa pada saat mengantre minyak goreng itu.

"Jadi kita tidak ada operasi pasar yang dapat mengumpulkan massa, karena itu rawan," katanya.

Selain itu, kata Bupati, pihaknya juga akan melakukan skema pendistribusian melalui badan usaha milik desa (BUMDES) seperti koperasi dan warung-warung setempat.

Karena, selama ini pihaknya pun belum tahu pasti masalah distribusi minyak goreng yang tidak lancar. Namun sebagai langkah awal untuk mengamankan suplai dan stok yang ada.

"Untuk mencegah pemborongan minyak oleh warga, nanti setiap warung-warung dibatasi, pembelian minyak goreng hanya boleh sekali sama satu orang saja," ujarnya.

Adapun untuk ketersediaan stok minyak dan kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Tangerang terjamin aman, hanya saja saat ini sejumlah harga di beberapa sektor mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

"Stok sebetulnya aman, hanya di harga saja saat ini mengalami kenaikan. Makanya sekarang kita akan coba kendalikan kembali," kata dia.

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2022