Masyarakat Indonesia menyambut Program LIterasi Digital Nasional yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo secara virtual untuk mendorong semakin banyaknya talenta anak bangsa semakin cakap dalam menggunakan teknologi digital.

“Dengan mengucap Bismilah hirohman nirohim saya luncurkan program Literasi Digital Nasional hari ini,” kata Presiden Joko Widodo dalam kehadiran virtualnya dalam pembukaan Program Literasi Digital Nasional yang dilakukan serentak di 34 Provinsi di Indonesia, Rabu.

Baca juga: RSU Kabupaten Tangerang kembangkan inovasi layanan digital saat pandemi COVID-19

Secara langsung, Menteri Komunikasi Johnny G. Plate bersama dengan Direktur Jendral Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kementerian Kominfo Samuel A. Pangerapan, Wakil Ketua SIBERKREASI Anita Wahid, serta aktor Nicholas Saputra turut meresmikan peluncuran program itu di Gelora Bung Karno (GBK).

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat untuk bisa berpartisipasi secara aktif mengikuti program ini sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan internet dengan produktif dan efektif.

“Kewajiban kita bersama terus meminimalkan konten negatif, membanjiri ruang digital dengan konten- konten positif. Banjiri terus, isi terus dengan konten- konten positif. Untuk itu kita harus tingkatkan kecakapan digital masyarakat agar mampu menciptakan lebih banyak konten- konten kreatif yang mendidik, yang menyejukkan, yang menyerukan perdamaian,” kata Presiden Joko Widodo.

Selain untuk memerangi dampak dari konten- konten negatif di ruang digital, kehadiran program yang dihelat di 514 kabupaten dan kota di Indonesia itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terus bertumbuh jumlahnya setiap waktu dengan pemanfaatan ruang digital.

Apresiasi pun diberikan kepada 110 lembaga dan komunitas yang membantu program multi years yang dikomandani oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Saya harap gerakan ini menggelinding dan terus membesar. Mendorong inisiatif lain dan melakukan kerja- kerja konkret di tengah masyarakat agar makin cakap memanfaatkan internet unutk kegiatan edukatif dan produktif,” tutupnya.
 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim juga ikut hadir dalam acara yang menjadi salah satu kegiatan dengan peserta virtual terbanyak di Indonesia itu.

Ia menunjukan komitmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendukung gerakan nasional ini, diharapkan dengan adanya gerakan literasi nasional yang digagas Kementerian Kominfo maka akan tercipta para pelajar Indonesia yang cakap di bidang digital tidak hanya dari cara menggunakan teknologi tapi juga dari akhlak dalam memanfaatkan ruang digital.

“Kami menyambut baik modul literasi digital yang diterbitkan Kominfo yang mencakup 4 dasar literasi digital antara lain keamanan digital, keterampilan digital, etika digital, dan budaya digital. 4 pilar utama tersebut akan mendorong ekosistem pembelajaran yang berbasis teknologi dan menghasilkan talenta- talenta digital unggul di Indonesia,” kata Nadiem.

Komitmen Pemerintah

Tangkapan layar peluncuran secara langsung Program Literasi Digital Nasional di GBK oleh Menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate (kedua dari kanan), Dirjen Aptika Samuel A. Pangerapan, Wakil Ketua SIBERKREASI Anita Wahid, dan Aktor Nicholas Saputra disaksikan serentak oleh masyarakat di 34 Provinsi di Indonesia, Kamis (20/5/2021). (ANTARA/Livia Kristianti)

Menteri Komunikasi Johnny G. Plate menyebutkan Program Literasi Nasional itu nantinya akan berpegang pada 4 pilar Literasi Digital yaitu digital ethics, digital safety, digital skills, dan digital culture.

Empat pilar itu pun terdapat Modul Literasi Digital bagi publik yang diluncurkan secara resmi pada April 2021.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyebutkan setidaknya akan ada 50 juta penduduk Indonesia yang akan terliterasi dengan Program Literasi Digital Nasional untuk menjadikan masyarakat semakin cakap digital hingga 2024.

“Hal ini diharapkan dapat meningkat di periode Pemerintahan berikutnya mencapai 100 juta masyarakat yang cakap digital,” ujar Johnny dalam laporan kegiatannya.
 

Setiap tahunnya mulai 2021 ini akan ada 12,4 juta penduduk yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia menjalani program yang melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Johnny pun menyebutkan tidak hanya literasi digital dasar untuk pemahaman awam, Kementerian Kominfo pun menyediakan pengembangan untuk tingkat menengah dan lanjutan bagi talenta digital di Indonesia.

Adanya beasiswa Digital Talent Scholarship (DTS) menjadi beasiswa untuk mendukung generasi muda dapat mengoptimalkan beasiswa itu di bidang- bidang teknologi seperti pemanfaat big data, kecerdasan buatan (AI), machine learning, cloud computing, cyber security, hingga pemanfaatan teknologi lainnya yang diharapkan mampu digunakan untuk kemajuan Indonesia.

Untuk tingkat lanjut, Kementerian Kominfo menghadirkan Digital Learning Academy (DLA) yaitu yang dikhususkan untuk para pendiri perusahaan rintisan, Kepala Dinas Kominfo di seluruh Indonesia, hingga para pimpinan sektor digital lainnya sebagai wadah untuk memahami kecakapan digital lebih mendetil.

“Selaras dengan Hari Kebangkitan Nasional ke -113 dan jatuh pada hari ini 20 Mei 2021. Kesatuan kita sebagai bangsa ditunjukkan dalam semangat dan optimisme. Bagi yang hadir, kita mencetak sejarah sebagai salah satu pertemuan daring dengan peserta terbanyak, setidaknya ada 300 lebih dari 350.000 partisipan hadir secara virtual. Momentum ini menunjukkan tingkat partisipatif masyarakat. Tidak hanya menandai kebangkitan nasional tapi juga kebangkitan Era Baru Digital Nasional Indonesia,”tutup Johnny.

Program Literasi Digital Nasional sudah disiapkan oleh Kementerian Kominfo sejak 2017. Kerja bersama itu menetaskan pengakuan serta penghargaan tertinggi dari International Telecommunication Union (ITU) dari Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).

Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Relawan TIK Indonesia berhasil menyabet predikat Winner dan Championship dalam World Summit on the Information Society Prizes (WSIS) 2020 bersaing dengan 72 peserta dari negara lainnya.

Dengan kehadiran Program Literasi Nasional diharapkan selain memberikan kemampuan dari segi fisik memahami teknologi di era digital, masyarakat Indonesia juga dapat memiliki kemampuan dari sisi softskill sehingga dapat memanfaatkan teknologi digital secara optimal dan bernilai positif.

 

Pewarta: Livia Kristianti

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2021