Lebak, 28/5 (ANTARA) - Sejumlah pedagang emas di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten mengaku selama sepekan terakhir sepi pembeli karena terjadi kenaikan harga internasional.

Berdasarkan pantauan di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak Jumat, toko-toko emas sepi pembeli setelah terjadi kenaikan Rp10.000/gram pada minggu terakhir ini.

Saat ini, harga emas murni 24 karat semula Rp330.000/gram, namun kini naik menjadi Rp340.000/gram.

Kenaikan tersebut tentu omset penjualan turun sekitar 50 persen dari hari-hari biasa.

"Kami banyak waktu duduk-duduk saja sambil menunggu pembeli," kata Ahong (45) seorang pedagang emas di kiosnya di Pasar Rangkasbitung.

Ahong mengatakan, saat ini toko-toko emas sepi pengunjung karena berbagai faktor antara lain petani belum panen hasil perkebunan juga ekonomi belum stabil.

Biasanya, kata dia, pembeli emas meningkat jika musim panen komoditi perkebunan separti cengkih, lada, coklat, kopi dan karet.

"Saya prediksikan pembeli sepi sampai Juni 2010," katanya.

Lega (40) pegawai toko emas Anyih Rangkasbitung mengaku selama ini pembeli emas murni sepi namun warga yang menjual meningkat untuk biaya masuk sekolah dan permodalan usaha.

Menurut dia, menurunya pembeli selain ada kenaikan harga emas selama beberapa pekan juga krisis ekonomi belum pulih kembali.

Apalagi, saat ini sering dilanda hujan sehingga mempengaruhi pendapatan ekonomi masyarakat.

"Selama ini penjualan emas menurun tajam dan pengunjung makin berkurang," katanya.

Sementara itu, sejumlah toko emas di Rangkasbitung mengeluhkan selama ini para pembeli emas tampak sepi akibat perekonomian masyarakat belum stabil.

Bahkan, saat ini banyak warga yang menjual emas untuk keperluan  biaya masuk perguruan tinggi, sekolah dan usaha permodalan.

"Kami saat ini pembeli emas bisa dihitung jari tangan, padahal jika musim panen perkebunan sangat ramai sekali," kata Anto (45) pedagang di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Pewarta:

Editor : Ganet Dirgantara


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2010