Jumlah pendapatan PD Pasar Kota Tangerang pada semester satu tahun 2020 alami penurunan mencapai 60 persen dari target yang dicanangkan.

Direktur PD Pasar Kota Tangerang, Titien Mulyati di Tangerang Selasa mengatakan, PD Pasar Kota Tangerang pada tahun ini menargetkan pendapatan sebesar Rp7 hingga Rp8 Miliar.

Namun, karena adanya pandemi sejak bulan Maret maka pendapatan yang diperoleh pun alami penurunan. Akibatnya dalam perhitungan di semester satu tercatat pendapatan baru terealisasi 30 persen.

"Banyak toko yang tutup karena adanya aturan pembatasan. Terutama pedagang kategori kering yang anjlok pendapatannya dan berimbas juga terhadap pemasukan daerah. Hanya pedagang makanan basah saja yang tetap aktif," ujarnya.

Namun demikian, jumlah kunjungan masyarakat ke pasar pun alami penurunan. Hal tersebut terlihat dari pendapatan kas terhadap retribusi parkir. Masyarakat lebih memilih belanja melalui sistem online.

"Meski sekarang berangsur baik, namun belum normal seperti awal. Banyak masyarakat yang mempertimbangkan datang ke titik keramaian seperti pasar," ujarnya.

Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan, PD Pasar Kota Tangerang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan telah melakukan Rapid Tes kepada pedagang pasar diantaranya Pasar Anyar, Pasar Poris dan Pasar Malabar. "Hasil rapid tes dinyatakan aman semuanya tak ada pedagang yang reaktif," ujarnya.

Perlu diketahui, PD Pasar Kota Tangerang mengelola 10 Pasar Tradisional yakni Pasar Anyar, Pasar Malabar, Pasar Gerendeng, Pasar Laris, Pasar Poris, Pasar Bandeng, Pasar Ramadhani dan Pasar Jatiuwung. Dua pasar lagi tak aktif.

Pewarta: Achmad Irfan

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2020