Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan turun cukup dalam pada kuartal II 2020, namun masih lebih baik dibanding sejumlah negara lain.

Dalam peluncuran Digital Kredit UMKM (DigiKU), Jumat, Airlangga menjelaskan pertumbuhan ekonomi sejumlah negara turun cukup dalam karena kebijakan lockdown atau isolasi wilayah. Malaysia, misalnya tumbuh minus 8,4 persen, Thailand tumbuh minus 11,1 persen, Filipina tumbuh minus 7,6 persen, Singapura minus 12,6 persen dan India minus 20 persen.

"Indonesia juga diperkirakan akan turun, tapi relatif lebih baik dari yang lain yaitu antara minus 3,4 persen hingga minus 4,2 persen. Ada juga prediksi yang mendekati minus 4,5 persen," katanya.

Menurut Airlangga, berdasarkan studi Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga akan mulai membaik dan masuk jalur positif pada kuartal IV 2020 mendatang.

"Tentu pemerintah berharap di kuartal III kita minimal menjaga agar situasi tidak terlalu dalam, tapi bisa recover mendekati minus 1 persen atau 0," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengingatkan para gubernur untuk mengungkit kegiatan perekonomian di kuartal III 2020 karena periode itu merupakan momentum pemulihan ekonomi Tanah Air pada tahun ini.

Kepala Negara mengingatkan ekonomi global terus dilanda ketidakpastian. Menurut Presiden, jika Indonesia menerapkan isolasi wilayah (lockdown) pada beberapa waktu lalu, mungkin ekonomi Indonesia akan minus hingga 17 persen. Maka dari itu, kata Presiden, Indonesia cukup beruntung karena kondisinya tidak separah ekonomi negara-negara lain.

"Dan beruntung sekali, kita sekarang ini, kondisi ekonomi kita, meskipun di kuartal kedua pertumbuhannya kemungkinan, ini dari hitungan pagi tadi yang saya terima, kuartal kedua mungkin kita bisa minus ke 4,3 (persen)," ujarnya.



 

Pewarta: Ade irma Junida

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2020