Senin, 24 April 2017

Pemkab Lebak Fokus Kelancaran Distribusi Kendalikan Inflasi

id Pemkab Lebak Fokus Kelancaran Distribusi Kendalikan Inflasi
Lebak (Antara News) - Pemerintah Kabupaten Lebak memfokuskan kelancaraan ketersediaan pendistribusian bahan pokok sehingga dapat mengendalikan inflasi di daerah itu.

"Kami terus berupaya mengendalikan inflasi agar daya beli masyarakat meningkat," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak Orok Sukmana saat kegiatan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Lebak, Rabu.

Realisasi pencapaian inflasi di Kabupaten Lebak awal tahun 2017 menembus 0,4 persen sehingga terjadi kenaikkan jika dibanding rata-rata nasional 0,2 persen.

Kenaikan inflasi tersebut akibat tingginya berbagai harga bahan pokok, termasuk diantaranya cabai.

Penyumbang inflasi tertinggi itu karena komoditas cabai melonjak mulai cabai keriting, cabai merah besar dan cabai rawit.

Lonjakan harga cabai tersebut dipicu cuaca ekstrem disertai curah hujan tinggi, sehingga pasokan cabai ke sejumlah pasar tradisional relatif terbatas.

Bahkan, petani mengalami kerugian akibat dampak cuaca ekstrem tersebut karena tanaman cabai membusuk terserang hama patek juga penyakit tanaman lainnya.

Karena itu, pihaknya hingga kini harga cabai rawit masih fluktuatif antara Rp120.000 sampai Rp130.000 per kilogram.

Untuk itu, pemerintah daerah melakukan upaya pengendalian inflasi melalui kelancaran ketersediaan pendistribusian bahan pokok juga gerakan menanam cabai bagi seluruh aparat sipil negara (ASN) dan masyarakat.

Selain itu juga melaksanakan operasi pasar (OP) cabai guna mengendalikan harga cabai di pasaran.

Begitu juga pemerintah daerah menjalin kerja sama dengan daerah lain khususnya pasokan bahan pokok tersebut.

"Kami berharap melalui rapat koordinasi itu bisa mengendalikan inflasi di bawah nasional," katanya menjelaskan.

Bupati Lebak Iti Octavia mengatakan pihaknya mewajibkan seluruh pegawai aparat sipil negara (ASN) agar menanam cabai dengan menggunakan polybag sebanyak lima batang per orang.

Kewajiban pegawai ASN menanam cabai bertujuan dapat mengendalikan inflasi juga membantu ketersediaan pangan keluarga.

Saat ini, harga cabai melonjak di pasaran akibat keterbatasan produksi.

Melalui ajakan menanam cabai itu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

Penanaman cabai itu mudah dengan menanam di polybag dan disimpan di teras rumah maupun pekarangan bisa tumbuh hingga dipanen.

"Kami yakin menanam cabai sebanyak lima batang bisa memenuhi kebutuhan keluarga juga mampu kendalikan inflasi," katanya.

Editor: Ganet

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga