Petani Sayuran Majalengka Mendulang Sukses dari Benih Varietas Unggul
Varietas unggul sayuran sedang diperlihatkan kepada pengunjung dalam suatu pameran. (Foto: Arsip ANTARA)

Jakarta (ANTARA News) - Petani sayuran di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, berhasil mendulang sukses setelah menggunakan benih varietas unggul, terbukti untuk tomat mampu menghasilkan 150 ton per hektar dalam setahun.

"Berkat  penggunaan benih varietas unggul kami berhasil meningkatkan hasil panen 2 - 3 kali dibanding varietas biasa," kata Dodi Kusbinar salah seorang petani andalan Majalengka saat dihubungi, Minggu.

Dodi mengatakan, petani Majalengka saat ini memiliki 1000hektar lahan yang sebenarnya sangat potensial untuk dikembangkan tanaman sayuran, untuk mewujudkan hal itu masih dibutuhkan lebih
banyak lagi benih varietas unggul.

Dodi yang juga sering memberikan pelatihan pertanian di Universitas Majalengka dan Universitas Padjadjaran ini mengatakan,karakteristik tanah dan iklim di Majalengka sebenarnya sangat cocok
untuk ditanami berbagai jenis tanaman sayuran.

Dodi menjelaskan jenis tanaman sayuran yang sering dikembangkan petani di antaranya adalah
tomat varietas Marta F1, Warani F1, dan Permata F1. Selain itu, terong varietas Mustang F1, buncis varietas Widuri, bunga kol varietas PM 126 F1 dan sebagainya.

Lebih jauh Dodi mengatakan, kunci keberhasilan petani sayur di Majalengka berkat kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan berbagai jenis tanaman sayuran.

Dia mengatakan, keberhasilan petani sangat bergantung kepada kemampuan melibatkan diri dalam keseluruhan sistem pertanian sayuran.

Keterlibatan produsen benih varietas unggul kepada petani dalam memberikan pelatihan pada akhirnya memudahkan petani dalam melibatkan diri pada sistem tersebut. Sistem yang dimaksud diantaranya
ketersediaan benih, pupuk, obat-obatan, serta permodalan yang apabila petani tidak memiliki akses harganya menjadi mahal, jelas dia.

Sistem ini juga yang pada akhirnya membuka pemikiran petani khususnya generasi muda untuk membuat ide-ide sehingga petani menjadi lebih sejahtera. Diantaranya bagaimana menyesuaikan tanaman sesuai
musim dan bagaimana mensiasati agar jangan sampai terjadi kelebihan pasokan tanaman. Menurut Dodi inilah yang saat ini diterapkan petani Majalengka.

"Kalau kita hanya terpaku pada satu jenis tanaman saja, ketika terjadi kelebihan pasokan maka harga akan jatuh sehingga petani yang akhirnya rugi," ujar dia. "Kita mengenal dua musim maka
tanaman yang dikembangkan menyesuaikan musim tersebut serta diselang-seling sehingga saat panen harga tetap stabil," papar Dodi.

Petani Majalengka menerapkan pertanian modern sejak tahun 1990 setelah sebelumnya menggunakan benih sayuran produksi PT East West Seed Indonesia (Ewindo) produsen benih sayuran unggul di Indonesia dengan merk Cap Panah Merah. Sejak saat itulah pertanian sayur menjadi komoditas di daerah tersebut.

Produksi sayur asal Majalengka biasanya dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan di Jakarta dan Bandung, serta kota besar lainnya di Jawa Barat. Dodi pun yakin dengan penggunaan benih varietas unggul produksi sayuran lokal bisa memenuhi permintaan pasar.

Geografis Majalengka sangat mengutungkan untuk budi daya sayuran diantaranya  mempunyai dataran rendah, medium dan dataran tinggi sehingga semua jenis tanaman dapat dikembangkan.