Pandeglang (ANTARABanten) - Ketua Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang Roni Bahroni meminta pengawasan terhadap pembangunan fisik, terutama jalan dan jembatan, lebih ditingkatkan.


"Kita minta dinas terkait dan konsultan meningkatkan pengawasan terhadap pembangunan fisik, baik yang dibiayai APBN, APBD provinsi maupun APBD kabupaten," katanya di Pandeglang, Selasa.

Menurut dia, jeleknya kualitas pembangunan fisik di wilayah itu, akibat kurangnya pengawasan, sehingga ada jembatan yang baru beberapa bulan dibangun sudah jebol kembali.

Demikian juga dengan jalan, belum lama selesai diperbaiki sekarang telah kembali mengalami kerusakan. Kondisi ini hanya menghambur-hamburkan uang negara.

Pemkab, kata dia, melalui dinas terkait berhak mengawasi semua pembangunan yang dilaksanakan di daerah itu, meski dibiayai oleh pemerintah provinsi dan pusat.

"Karena berada di Pandeglang, pemkab berhak mengawasi, dan jika memang kualitasnya jelek, segera laporkan pada penyandang dana, yakni pemerintah provinsi atau pusat," kata politisi dari Partai Demokrat itu.

Koordinator Bidang Pengawasan pada Badan Pemantau Pembangunan Provinsi Banten (BP3B) Uus Suhendi mengatakan cukup banyak pembangunan infrastruktur, terutama jalan di daerah tersebut, tidak sesuai dengan bestek.

"Dari pantauan dan pengawasan kami di lapangan, cukup banyak jalan yang dibangun, baik dari dana APBD kabupaten dan provinsi maupun APBN yang kualitasnya kurang bagus sehingga baru sebentar dioperasikan sudah rusak lagi," katanya.

Ia juga mengharapkan, agar semua pihak, termasuk masyarakat memantau pembangunan di wilayah itu, dan melaporkan jika terjadi kejanggalan.

"Kita semua memiliki kewajiban untuk mengawasi, dan jika terjadi kejanggalan segera laporkan pada pihak terkait supaya ditingkaklanjuti, sehingga ke depan tidak terulang lagi," katanya.