Perampok Minimarket Indomaret di Tangsel Diduga
Polisi tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku perampokan Indomaret yang dilakukan kelompok Pitam Kuning. (Foto Ilustrasi)

Tangerang (ANTARA News) - Pelaku perampokan Minimarket Indomaret yang berlokasi di Jalan Aria Putra, Kedaung, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten, diduga komplotan "Pitam Kuning".

"Dari analisa awal, motif yang dilakukan pelaku sama dengan modus komplotan Pitam Kuning namun masih akan dilakukan pengembangan," kata Kanitreskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Hermawan di Tangerang, Selasa.

Ia menjelaskan, dari keterangan korban, pelaku perampokan berjumlah enam orang dengan dilengkapi senjata api dalam aksinya.

Peristiwa terjadi pukul 03.30 WIB. Ketika itu, empat pelaku masuk ke dalam toko dan langsung menodongkan senjata api kepada kedua karyawan. Sedangkan dua pelaku lainnya menunggu di dalam mobil avanza berwarna hitam.

Pelaku yang menggunakan penutup wajah tersebut, langsung meminta kedua karyawan untuk membuka brankas uang yang tesimpan di meja kasir.

Adapun total uang yang berhasil dibawa pelaku yakni sebesar Rp20 juta serta beberapa produk seperti susu, rokok dan cokelat.

"Selain produk dan uang, pelaku pun membawa CCTV untuk menghilangkan jejak perampokan," katanya.

Aru, karyawan Indomaret mengatakan, peristiwa perampokan berlangsung dalam kurun waktu selama sepuluh menit.

Pelaku seluruhnya membawa senjata api dan penutup wajah. "Kejadiannya cepat sekali. Ketika itu, saya tugas berdua dan tidak bisa memberikan perlawanan," katanya.

Komplotan "Pitam Kuning" merupakan organisasi yang terorganisir dengan baik. Hal tersebut diketahui dari adanya pola perekrutan anggota hingga ketua wilayah yang tersebar di Tangerang, Karawang, Bekasi, Jakarta, Serang dan Semarang.

Tak hanya itu, setiap beraksi, ketua wilayah menyiapkan empat unit sepeda motor dan empat unit mobil bagi anggotanya.

Pimpinan komplotan "Pitam Kuning" berinisial P dan suka menggunakan mobil Honda Jazz berwarna merah untuk mencari lokasi perampokan dan disebarkan kepada ketua wilayah masing - masing.

Adapun, untuk ketua wilayah Tangerang adalah Andre dengan ciri tinggi 169 centimeter, berbadan sedang, berambut panjang, kulit bersih, hidung mancung, di tangan kiri terdapat tato abstrak dan seluruh bedan bertato.

Lalu, Ketua wilayah Bekasi adalah Andi, ketua Karawang yakni Very, ketua Semarang yaitu Jo, ketua Jakarta Sulaeman atau pakede dengan ciri - ciri tinggi 174 centimeter, berusia 40 tahun dan berbadan buncit, kumis tipis dan berjambang serta suka menggunakan topi dan berlogat Jawa. Sementara untuk wilayah Serang dan Surabaya, masih di cari tahu.

Komplotan "Pitam Kuning" ini melakukan perekrutan anggota dengan sistem penculikan dan kemudian dilakukan doktrinisasi. Biasanya, anggota baru diperoleh dari geng motor.

Bagi anggota yang tidak setia dalam menjalankan tugasnya, maka ketua wilayah dapat melakukan hukuman berupa sanksi hingga penembakan dan ancaman ke keluarga.

Polres Kota Tangerang, Banten, pun sudah berhasil menangkap dua pelaku perampokan minimarket yang beraksi di wilayah Serpong, Tangerang Selatan.

Kedua pelaku tersebut adalah SH (21) yang ditangkap di Rajeg, Kabupaten Tangerang dan LR (28) ditangkap di Jakarta Barat.

Sebelumnya, minimarket Indomaret yang berlokasi di Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan, dirampok pada hari Jumat (4/5). Dalam melakukan aksinya, para pelaku menggunakan senjata api. Adapun pelaku berjumlah enam orang dan kerugian mencapai Rp30 juta.

Kemudian, pada Minggu (6/5), minimarket Alfamidi 24 Jam di Jalan Letnan Soetopo, BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, kembali dirampok dengan jumlah pelaku sebanyak tujuh orang. Dalam aksinya, pelaku pun menggunakan senjata api dan kerugian mencapai Rp35 juta.

Selain itu, pelaku pun berhasil merampok minimarket Alfamart Pasarkemis pada 15 Mei dan 30 April dengan kerugian masing - masing Rp3 juta.

Minimarket Indomaret yang terletak di Jalan Raya Serpong Km 7 No. 8E samping McDonald Alam Sutera pada  Rabu (23/5) berhasil menggasak uang sebesar Rp10 juta dan beberapa produk seperti susu, rokok, handphone dan CCTV.